Tak Puas Dengan Kesepakatan Damai, Posko FBR Diserang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Depok: Sejumlah massa yang diduga dari Forum Komunikasi Betawi (Forkabi) yang kecewa dengan kesepakatan damai yang dibuat antara Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Forkabi melempari posko FBR yang terletak di Jalan Nusantara No.G0296 RT04/RW13, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok. Aksi pelemparan batu tersebut terjadi sekitar pukul 19:30.


    Salah seorang anggota FBR Beji, Hasan mengatakan jika kejadian berlangsung ketika ia dan sebelas temannya sedang berbincang dengan aparat kepolisian di depan posko. Tiba-tiba saja, sekelompok massa lewat dengan menggunakan motor. Tanpa di duga merea melempari posko dengan batu dan bambu. "Lagi duduk-duduk, tahu-tahu mereka datang," katanya kepada wartawan, Jumat (05/02).

    Akibatnya kaca jendela posko tersebut pecah dan rusak. Hasan dan teman-temannya pun melarikan diri tanpa sempat membawa motor mereka. Beruntung sejumlah aparat kepolisian datang sehingga aksi itu bisa dihentikan.

    Kepla Polsek Beji Ajun Komisaris Polisi Syamsurizal mengatakan, aksi pengerusakan terjadi karena proses perdamaian belum diterima sejumlah pihak. "Yang di atas sudah damai, yang di bawah belum," ujarnya kepada Tempo di Posko FBR.

    Syamsurizal mengatakan, hingga saat ini polisi masih berjaga-jaga disekitar posko untuk mengantisipasi adanya serangan susulan. "Saya belum tahu sampai kapan akan siagakan aparat di sini (posko). Tapi kalau keadaan sudah aman, kami cabut," kata dia.

    Berdasarkan pemantauan Tempo, hingga pukul 22:30 wib, posko sudah sepi dari massa FBR. Tetapi beeberapa aparat masih menjaga posko. Selain itu, kondisi di dalam posko berukuran 5 x 6 Meter tersebut masih dipenuhi pecahan kaca jendela yang berserakan.

    Tia Hapsari

     

  • FBR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.