Soal Tarif Parkir, Fauzi Bowo Masih Tunggu Laporan Wali Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor membayar parkir di sebuah gedung perkantoran di Jakarta,(5/2). Sesuai Pergub 48/2004 tentang retribusi parkir, untuk sepeda motor Rp.750 per-jam sedangkan pengelola gedung mengenakan tarif roda dua Rp. 2000 per-jam. TEMPO/Andika P

    Pengendara motor membayar parkir di sebuah gedung perkantoran di Jakarta,(5/2). Sesuai Pergub 48/2004 tentang retribusi parkir, untuk sepeda motor Rp.750 per-jam sedangkan pengelola gedung mengenakan tarif roda dua Rp. 2000 per-jam. TEMPO/Andika P

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, belum ada laporan dari para wali kota mengenai kenaikan tarif parkir di berbagai tempat di Jakarta yang tidak sesuai Perda. Padahal minggu lalu, ia telah meminta para wali kota untuk menelisik naiknya tarif parkir tersebut.

    "Paling lambat minggu ini, laporan dari wali kota akan masuk ke saya," kata Fauzi usai bertemu dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) DKI Jakarta di kantornya, Senin (8/2).

    Laporan dari para wali kota tersebut nantinya akan digunakan untuk mengkaji, pihak mana yang izin operasionalnya akan dicabut. "Bisa pengelola parkir, bisa pengelola bangunannya," kata Fauzi. Menurut Fauzi, pencabutan izin operasional itu dilakukan demi memberi efek jera pada pihak yang menaikkan tarif parkir tak sesuai Perda.

    Sesuai aturan Perda, tarif parkir untuk kendaraan roda empat adalah Rp 2.000 per jam dan Rp 1.000 untuk satu jam berikutnya. Sedangkan untuk roda dua, tarifnya sebesar Rp 750. Namun, ada beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta yang menaikkan tarif parkir roda empat menjadi Rp 4.000.

    ISMA SAVITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.