Narapidana Tangerang yang Kabur Ditangkap di Stasiun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang - Kusnadi alias Apung, 37 tahun, satu dari tiga narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pemuda Tangerang yang kabur beberapa waktu lalu akhirnya ditangkap.

    "Telah ditangkap setelah kami pancing," ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang Petrus Kunto Wiryanto saat dihubungi Tempo, Senin (8/2).

    Narapidana kasus pencurian dengan hukuman satu tahun lima bulan itu, ditangkap petugas sipir di Stasiun Kereta Api Beos, Jakarta Barat, pada Jumat (5/2) malam.

    Penangkapan tahanan kabur tersebut berhasil dilakukan setelah dilakukan kordinasi dengan aparat Polres dan Polsek se-Banten. Tak hanya itu, tim khusus berjumlah 20 petugas sipir diterjunkan untuk mencari persembunyian mereka.

    “Selama ini kita terus telusuri dengan memperoleh informasi dari masyarakat. Dari situ kita berhasil mengetahui keberadaan Kusnadi alias Apung," ujar Kunto.

    Petugas sipir bernama Aris Munandar yang mengetahui posisi Kusnadi di stasiun Beos, langsung bergegas ke lokasi. Saat itu, diketahui Kusnadi sedang bersama seorang perempuan dan anak. Melihat itu, Aris langsung berkordinasi dengan Polisi Khusus Kereta Api. “Kusnadi berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan,” ungkapnya Kunto.

    Namun hingga saat ini, lanjut Kunto, pihaknya belum bisa menentukan sanksi yang diberikan kepada Kusnadi karena pemeriksaan masih dilakukan. Meski demikian, selama pelarian masa tahanan tidak dihitung dan hak-hak mendapat pengurungan masa tahanan (remisi) otomatis tidak ada lagi.

    “Kalau Kusnadi ikut membantu memotong, menggergaji tralis besi itu, maka bisa dikenakan sanksi karena merusak barang negara,” paparnya.

    Sementara untuk dua rekan Kusnadi yaitu Rohamati alias Roha, (39) yang terlibat kasus undang-undang darurat dengan masa tahanan lima tahun dan Muhamad Rozak (33), dengan masa tahan satu tahun dua bulan karena terlibat kasus pencurian masih dalam pencarian petugas.

    "Kami bekerjasama dengan polisi terus melakukan pengejaran," kata Kunto.

    Petugas, kata dia, telah menemukan lokasi terakhir dua narapidana itu. "Saat ini mereka ada di Serang dan Rangkas Bitung," kata Kunto. Menurut dia, berdasarkan petunjuk tersebut petugas yakin dua narapidana itu akan segera ditangkap.

    Kusnadi bersama dua rekannya, kabur Selasa (19/1) dini hari, saat hujan deras dengan cara menggergaji tralis pintu dapur umum yang sudah kropos karena termakan usia. Setelah berhasil keluar dari blok dapur umum mereka melompat pagar dari tempat pengolahan sampah.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.