Bom Seberat 183 kilogram Untuk Presiden Yudhoyono  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kurir pengeboman Hotel JW. Marriot dan Hotel The Ritz Carlton Amir Abdillah mengikuti sidang di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (10/02). Terdakwa  mengakui semua dakwaan jaksa, termasuk rencana pembunuhan Presiden SBY. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    Kurir pengeboman Hotel JW. Marriot dan Hotel The Ritz Carlton Amir Abdillah mengikuti sidang di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (10/02). Terdakwa mengakui semua dakwaan jaksa, termasuk rencana pembunuhan Presiden SBY. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekurangnya total 183 kilogram "Bahan Kue" bahasa sandi untuk bahan pembuatan bom rakitan disiapkan untuk rencana pengeboman terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Bahan peledak yang terdiri 51,46 kg Potasium Klorat, 43,676 kg Belerang dan 88 kg Alumunium Powder tersebut ditemukan dalam Perumahan Puri Nusapala Blok D no. 12 Jati Asih, Bekasi, tempat persembunyian kelompok teroris yang letaknya tidak jauh dari rumah kediaman Presiden Yudhoyono di Cikeas. "Mereka sudah melakukan pembagian tugas dan survei rute yang akan dilakukan rombongan Presiden dari rumahnya di Cikeas menuju Istana Presiden di Jakarta," ujar Jaksa Penuntut Umum Chairul Fauzi dalam dakwaan terhadap Amir Abdillah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/2).

    Rencana pengeboman Presiden Yudhoyono juga sudah direncanakan dua minggu sebelum peledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Kuningan, Jakarta. Tersangka Amir bersama Saefudin Zuhri dan Noodrin M Top diketahui sempat berputar - putar di sekitar Cikeas, lokasi kediaman Presiden Yudhoyono.

    Amir yang merupakan mantan karyawan Hotel Mulia bertugas mencari kontrakan di daerah Cikeas, kemudian berhasil menyewa rumah di Jati Asih yang letaknya berdekatan dengan Cikeas. "Dia ditugaskan Saefudin Zuhri dan mengontrak rumah seharga Rp 3,5 juta per tahun," jelasnya.

    Dalam kontrakan itulah disiapkan "bahan kue". Selain bahan peledak juga ditemukan 38 detonator rakitan, 74 detonator pabrik non listrik, 10 granat rakitan dari pipa pralon, 1 rangkaian elektronik untuk bom mobil berukuran 22 x 15 cm, dua panel rangkaian elektronik untuk bom rakitan, tiga buah rangkaian untuk timer bom rakitan dan satu mobil Mitsubishi Hijet merah tahun 1986. "Berdasarkan hasil pemerisaan Teknis Laboratoris Kriminalistik disimpulkan barang tersebut merupakan bahan peledak bekekuatan rendah," kata dia.

    Presiden Yudhoyono menjadi target karena dinilai merestui dan bertanggungjawab atas eksekusi mati para terpidana Bom Bali 1. Pengeboman pun rencananya dilakukan tiga minggu hingga 1 bulan setelah meledaknya bom JW Marriot dan Ritz Carlton, namun gagal dilakukan.

    VENNIE MELYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.