Kecewa, Keluarga Nasrudin Nilai Hakim Tidak Adil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • -

    -

    TEMPO Interaktif, Makassar - Putusan hakim atas terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain Iskandar memantik kekecewaan keluarganya di Makassar. Mereka menilai, hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap empat terdakwa sangat tidak adil.

    Hal tersebut diungkapkan ibunda Nasrudin, Andi Muliati (68), sesaat setelah hakim menjatuhkan vonis terhdap Antazari Azhar. Ia menilai, penegakan hukum atas kasus anak kesayangannya itu telah diciderai dengan vonis yang dinilai sangat ringan itu.

    "Saya sama sekali tidak terima dengan putusan hakim. Ini sangat jauh dari harapan keluarga kami. Saya tidak akan menyerah. Hukum karma pasti menimpa Antasari," imbuh Muliani dengan linangan air mata.

    Muliati yang memilih mengurung diri dalam kamar di kediamanya di BTN Tabaria Blok A3 Nomor 12 Jalan Daeng Tata I, Makassar langsung saja menyeruak ke ruang tamu. Kekecewaan wanita paruh baya ini tidak dapat ditahan. Emosionalnya membuncah.

    "Ia (Nasrudin) orangnya baik. Tapi mengapa ada saja orang yang ingin mencelakainya. Sudah jelas anak saya dibunuh," tutur wanita yang mengenakan jilbar orange ini setengah berteriak.

    Sepanjang persidangan dengan agenda pembacaan vonis, Muliati yang memang mengalami kondisi drop memilih tidak melihat tayangan langsung dari siaran televisi. Ia berada di dalam kamar ditemani dua orang kebatanya.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.