Tersangka Pemilik Pabrik Sabu Rumahan Tak Dikenal Tetangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang — Para tetangga tersangka pemilik pabrik sabu rumahan, Haryanto, 49 tahun, warga Cluster Taman Parahiyangan II Nomor 15 Villa Permata, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, tak mengenal sosok pria tersebut.

    “Keluarga itu tidak pernah bergaul. Warga jadinya cuek. Kalau ada iuran 17-Agustus (perayaan kemerdekaan RI) tidak mau nyumbang. Pintu rumahnya juga selalu tertutup,” kata Darin, tetangga Haryanto yang rumahnya berada di seberang kiri rumah tersangka sabu itu.

    Darin pun kaget saat mengetahui di rumah bercat hijau muda itu dijadikan tempat pembuatan sabu. “Kita tidak tahu, karena tertutup dengan tetangga. Tapi kerap juga keluarga itu menerima tamu malam hari, dan cukup ramai,” ujar Darin.

    Tak hanya Darin yang mengaku tak kenal dengan keluarga tersebut. Like Bernadeta hanya tahu anak Haryanto sudah dewasa. Mungkin anak laki-lakinya kuliah, tapi saya juga tak tahu namanya,”kata Like, mahasiswi Universitas Pelita Harapan yang tinggal di seberang kanan rumah Haryanto.

    Satpam perumahan, Deky juga mengaku mengenal Haryanto sebatas keluar perumahan saja. Dia kalau bepergian menggunakan kendaraan Taruna, pulangnya tidak tentu.

    Warga juga mengaku takut mendekati rumah itu, karena pemilik rumah memelihara dua anjing yang besar sekali. Memang di teras depan sisi kiri rumah Haryanto dijadikan kandang anjing. Terlihat siang itu, saat sejumlah polisi dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dua ekor anjing itu tidur pulas.

    Tak ada tanaman bunga yang menghiasai halaman rumah tersebut, yang ada hanya sebatang pohon palm botol yang tak terlalu tinggi. Rumah itu cukup mewah, berlantai dua. Pada lantai bawah terdapat ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan. Ada satu kamar di lantai bawah, dan dapur di sebelah kanan.

    Dari ruang tamu ada tangga keramik menunu lantai atas, pada sisi kiri dan kanan terdapat kamar. Pada belakang dijadikan tempat menjemur pakaian.

    Nah di lantai atas itulah pada kamar mandi yang sudah tak difungsikan itulah tersangka dan tiga orang kepercayaannya memproduksi shabu .

    Tempo melihat ada delapan jerigen, lima di antaranya berukuran besar. Jerigen-jerigen itu berisi cairan kimia bahan shabu dan thiner.

    Polisi menemukan 200 gram sabu yang sudah jadi disimpan di kamar Haryanto yang letaknya berdampingan dengan kamar mandi tersebut.

    Ayu Cipta 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.