Dua Nasabah Century di Tangerang Tidak Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang - Kasena Pandi, salah satu nasabah Bank Century ternyata sudah tidak lagi tinggal di Puri Bintaro, Tangerang Selatan. Kasena pernah menarik uang tunai sebesar Rp 2 miliar di Bank Century pada 15 Desember 2008.

    Ketika Tempo menyambangi kediamannya di Puri Bintaro PB 4 Nomor 12 RT 03/RW 09, rumah mewah tersebut terlihat tidak berpenghuni. Jendela dan pintu rumah berlantai dua dan bercat merah muda dipadu putih bersih itu tertutup rapat. Garasi mobil dari rumah yang tidak berpagar itu terlihat kosong melompong.

    Lastri, 55 tahun, wanita yang tinggal bersebelahan dengan rumah Kasena mengatakan penghuni rumah itu sudah lama pindah." Sudah lama sekali," ujarnya kepada Tempo.

    Lastri mengaku mengenal nama Kasena dari tetangganya. "Kalau kenal sih tidak, karena saya datang kemari, rumah ini sudah kosong," kata Lastri yang mengaku baru satu tahun tinggal di kompleks itu.

    Rahman, penjaga keamanan kompleks itu mengatakan Kasena dan keluarganya telah pindah sejak setahun lalu." Sudah lebih setahun," katanya. Menurut Rahman, Kasena merupakan warga yang cukup lama tinggal di dalam blok tersebut.

    Selain Kasena, ada nama lain yaitu M. Linus yang juga menarik uang tunai di Bank Century sebesar Rp 1,3 milyar pada 19 Desember 2008. Linus yang tercatat tinggal di Ruko Griya I IK, Blok B Nomor 16 RT02/RW 14 Pisangan, Ciputat. Namun ketika Tempo menelurusi alamat itu sama sekali tidak ada.

    Hampir dua jam, Tempo menelusuri jalan Raya Pisangan hingga Cirendue, Jalan Pisangan, Tarumanegara, hingga Cempaka Putih, Ciputat, dan jalan-jalan di sekitar Pisangan, Ciputat, tidak juga menemukan Ruko Griya I. Di sana hanya ada perumahan cluster kecil Griya dan ruko Griya Hijau." Tapi tidak ada yang namanya M Linus," ujar Salimah, 45 tahun, salah seorang penjual di ruko tersebut.

    Suherman, salah seorang tukang ojek yang mangkal di JalanRaya Pisangan mengatakan, "Setahu saya tidak ada nama Ruko Griya."

    JONIANSYAH
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.