Penyerangan Posko Bendera Dinilai Politis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Jakarta- Aktivis Bendera mensinyalir terdapt motif politik dalam penyerangan posko mereka di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat, pada Jumat malam lalu.

    "Jelas ada motif politis, karena kami sedang mendesak pengusutan secara tuntas kasus Bank Century," kata aktivisi Bendera, Beathor Suryadi, dalam keterangan pers di posko Bendera. "Para penyerang mencari dua teman kami yang terkait dengan kasus Century dan merobek sejumlah spanduk tentang kasusa Century."

    Penyerangan posko Bendera, yang secara ideologis dekat dengan PDI Perjuangan, terjadi sekitar pukul 23.15 WIB. Pelaku delapan orang, dua di antaranya ditahan di Polres Jakarta Pusat. Mereka mencari Mustar Bonaventura dan Ferdi Semaun, tersangka pencemaran nama baik terkait kasus Century atas sejumlah orang penting. Tiga pelaku utama sempat ditemui oleh koordinator posko Doni, yang akhirnya melarikan diri karena dipukuli. "Beberapa mereka membawa pedang panjang, pisau, bambu, dan kayu," ujar Andre Maweikere, saksi mata penyerangan.

    Dua orang yang ditangkap karena diduga pelaku adalah Mangapul Silalahi dan Martin Siwabesi. Para aktivis Bendera menyatakan tak mengenal mereka. Pengacara Mustar dan Ferdi, Saor Siagian, pun mendadatangi kantor Polres Jakarta Pusat untuk memastikan bahwa keduanya adalah pelaku pengrusakan. "Kuat dugaan kami kasus penyerangan tersebut politis," ucap Saor.

    Agung Sedayu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.