Dinas Kesehatan Waspadai Empat Penyakit usai Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta berupaya menindaklanjuti bantuan mereka kepada korban banjir di beberapa tempat di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Dinas Kesehatan mewaspadai ancaman penyakit terhadap korban banjir.

    "Kami sedang berupaya memberi bantuan pascabanjir kepada para korban banjir," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati, Minggu (14/2).

    Bantuan tersebut, lanjut Dien, merupakan langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya penyakit akibat banjir, yakni demam berdarah, diare, chikungunya, dan leptospirosis. "Kami akan menyosialisasikan kepada para korban banjir, langkah apa yang harus mereka lakukan agar terhindar dari keempat penyakit itu," kata Dien.

    Ia menjelaskan langkah penanganan pascabanjir yang kemungkinan dilakukan Dinas Kesehatan adalah kaporitisasi air, lisolisasi (penyemprotan untuk menghindari leptospirosis), dan larvasidasi (pemusnahan larva).

    Saat ini, Dinas Kesehatan sudah menempatkan empat petugas di setiap pos kesehatan bagi korban banjir. "Kami selalu pastikan, di setiap pos ada satu dokter, perawat, petugas farmasi, dan sopir ambulans," kata Dien.

    Sedangkan untuk pos pengungsi yang tak terlalu besar, Dinas Kesehatan hanya menyediakan pos mobile, berupa ambulans keliling.

    Dien mengatakan apabila tenaga medis berikut obat-obatan yang ada di pos kesehatan tidak bisa menangani korban banjir yang sakit, Dinas Kesehatan menyarankan korban banjir untuk merujuk ke tujuh belas rumah sakit di Jakarta. "(Biayanya) gratis," ujar Dien.


    ISMA SAVITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.