Kak Seto: Penjualan Terjadi karena Orang Tua Anggap Anak Hak Miliknya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seto Mulyadi. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Seto Mulyadi. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Depok - Psikolog anak Seto Mulyadi mengatakan kasus penggadaian anak di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara terjadi karena adanya kesalahan paradigma orang tua dalam memandang anak.

    Menurut Seto, orang tua selama ini masih melihat anak sebagai hak milik. Cara berpikir tersebut seringkali membuat orang tua bisa memperlakukan anak semena-semena, seperti menjual atau menggadaikannya.

    “Seharusnya orang tua berpikir bahwa anak itu titipan Tuhan sehingga harus dipelihara dengan baik,” ujarnya kepada wartawan seusai acara Simposium Nasional di Universitas Indonesia, Selasa (16/2).

    Mengubah paradigma dari anak sebagai hak milik menjadi anak sebagai titipan orang tua bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak ini melihat pentingnya peran media dalam mengkampanyekan hal tersebut.

    Media pun diminta untuk berani mengkritisi pola-pola pengasuhan anak yang keliru. Apalagi jika pola pengasuhan tersebut sudah mengarah pada kekerasan terhadap anak. “Media ini nanti bisa jadi sekolahnya orang tua,” katanya.

    TIA HAPSARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.