Kondisi Thomas Resmol, Korban Serangan Posko Bendera Makin Menurun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Bendera, Thomas Resmol (50) dalam kondisi kritis dirawat di ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa (16/2). ANTARA

    Aktivis Bendera, Thomas Resmol (50) dalam kondisi kritis dirawat di ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa (16/2). ANTARA

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kondisi Thomas Resmol, korban pengeroyokan kantor Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) sore ini (16/2) makin kritis.

    Pihak dokter menyimpulkan kondisi Resmol semakin menurun. "Istilah medisnya tidur dalam," ujar Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning usai menjenguk Resmol di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) malam ini.

    Ribka menerangkan, penurunan kondisi Resmol diketahui tim dokter sejak pagi tadi. Dari keterangan yang ia terima, beberapa fungsi organ tubuh seperti pernapasan masih normal. Namun Resmol tidak bisa merespon kondisi orang-orang di sekitarnya dengan baik. "Kalau kita cubit kencang baru ada reaksi gerakan," ujarnya.

    Resmol adalah satu di antara sejumlah korban dari aksi penyerangan kantor Bendera pada Sabtu dini hari lalu. Ia menderita patah tulang di pinggang kanan bagian belakang. Sebelum dirawat di RSCM, Resmol sempat menjalani perawatan tradisional kepada seorang tukang urut di daerah Cipete. Namun upaya yang dilakukan kala itu belum berbuah hasil. Kondisinya yang semakin menurun memaksa rekan-rekannya merawat Resmol di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    Bagi Ribka, aksi penganiyayaan di kantor Bendera merupakan pelecehan terhadap ikon Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Menurut dia, aksi penyerangan itu merupakan tindakan brutal yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa gerah dengan aktivitas Bendera dalam mengkampanyekan penyelesaian isu kasus Century. "Kita bisa menebaklah siapa pelakunya."

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.