Puluhan Pelajar Tangerang Terjaring Razia Bolos Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang - Puluhan pelajar yang membolos sekolah pada Rabu (17/2) terjaring razia satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Dua instansi itu juga meminta bantuan polisi dari Polres Metropolitan Tangerang untuk menangkap pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah.

    Mereka yang tertangkap rata-rata pelajar sekolah menengah kejuruan. Kebanyakan, selain sedang nongkrong di taman juga bermain play station di rental komputer dan jalan-jalan ke mal.

    Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Zaenudin razia dilakukan sebagai langkah untuk menekan kebiasaan buruk pelajar yang sering membolos sekolah. “Ini kegiatan rutin sebagai antisipasi terjadinya tawuran di kalangan pelajar tingkat SMK,” kata Zainudin.

    Lebih lanjut Zaenudin mengatakan bagi para pelajar yang terjaring razia, akan dilakukan pembinaan dan pendataan lalu dikembalikan kepada pihak sekolah. Sementara jika ada unsur pelanggaran hukum, seperti membawa senjata tajam atau narkoba Dinas Pendidikan akan menyerahkan kepada aparat kepolisian.

    “Mereka kita bina agar menjadi pelajar yang tahu aturan,” kata Zainudin. Selanjutnya Zainudin mengimbau agar pengusaha rental dan warung internet agar melarang para pelajar bermain saat jam sekolah.

    Seorang siswa kelas 2 SMK PGRI 2 Kota Tangerang Ahmad Fajri kaget terjaring razia ketika sedang menunggu kendaraan umum. “Saya datang terlambat, tahu-tahu terjaring razia,” akunya.

    Razia pelajar bolos itu dilakukan di empat wilayah Kota Tangerang yakni di Kecamatan Tangerang, Karawaci, Ciledug dan Batu Ceper.

    Data dari Satpol PP menyebutkan sekitar 32 siswa berhasil diamankan. Puluhan siswa tersebut berasal dari SMK Yuppentek, SMK Negeri 4, SMK PGRI 2, dan SMP Pancakarya. Mereka kini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.