Polisi Tanyakan Aliran Dana Bendera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi mempertanyakan aliran dana Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) kepada dua aktivisnya yang menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik, Mustar Bonaventura dan Ferdi Semaun. Ditemui usai lima jam pemeriksaan Mustar menilai ke- 43 pertanyaan yang diajukan penyidik melenceng jauh dari tuntutan semula.

    "Pertanyaannya sangat tidak substansif. Yang ditanyakan justru tidak ada hubungannya seperti dari mana aliran dana Bendera," ujar Mustar ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis (18/2).

    Kedua aktivis tersebut menjalani pemeriksaan atas pengaduan yang dilaporkan Joko Suyanto, Rizal Malarangeng dan Andi Alifian Malarangeng. "Kami kecewa karena sudah menyediakan waktu tapi tidak ada manfaatnya," tambah dia.

    Sementara itu, Ferdi menambahkan pihak penyidik dinilai terlalu dini mengenakan pasal pencemaran nama baik karena belum dapat dibuktikan bahwa nama - nama yang disebutkan tidak menerima aliran dana Bank Century. "Kan belum dipastikan kalau Demokrat tidak terima dana. Ini terlalu dini," kata dia.

    Pemeriksaan akan berlanjut besok siang (19/2) dengan merespons laporan yang diadukan oleh Hatta Rajasa, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Komisi Pemilihan Umum. "Kami berencana melaporkan kasus ini ke KPK, tapi sekarang yang lebih penting kawan kami korban penyerbuan yang koma di rumah sakit," tambah Mustar.


    VENNIE MELYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.