Debit Air Katulampa Naik, Lima Jam Lagi Banjir Jakarta Makin Parah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bersandar di pagar pintu air Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/2). Plat penahan air di salah satu pintu penguras pintu air retak dan jika dibiarkan akan berbahaya karena tidak dapat membendung air. Tempo/Panca Syurkani

    Sejumlah anak bersandar di pagar pintu air Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/2). Plat penahan air di salah satu pintu penguras pintu air retak dan jika dibiarkan akan berbahaya karena tidak dapat membendung air. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Berdasarkan data yang dihimpun dari posko pengungsian banjir di eks Bioskop Nusantara, Kampung Melayu, saat ini ketinggian air di Katulampa, Bogor, semakin meningkat.

    Menurut Koordinator Pengungsi dan Logistik, Edi Patinara, saat ini ketinggian air di Katulampa mencapai 100 sentimeter. "Itu data terakhir yang kami terima dari penjaga pintu air sekitar pukul 6.30," ujar kepada Tempo, Jumat (19/2).

    Ketinggian itu bertambah 10 sentimeter dari satu jam sebelumnya, pukul 5.30. Edi menyatakan, saat ini keadaan Katulampa terus bertambah. "Tadi malam pukul 3.30 keadaan pintu air masih normal, masih 60 sentimeter, lalu pukul 5.30 naik lagi menjadi 90 sentimeter, dan pada 6.30 bertambah jadi 100 sentimeter."

    Edi memperkirakan, air itu baru akan sampai ke Jakarta kurang lebih lima sampai enam jam lagi. Hal ini terlihat dari semakin meningginya pintu air di Depok dan Manggarai. Menurut dia, pintu air Depok dan Manggarai saat ini ketinggian airnya juga bertambah 10 sentimeter. "Untuk Depok, data terakhir pukul 5.30 ketinggian air mencapai 170 sentimeter, sedangkan di Manggarai mencapai 750 sentimeter," kata dia.

    Oleh sebab itu, Edi memperkirakan banjir di Kampung Melayu belum akan surut, bahkan berpotensi meningkat. "Kita tunggu lima hingga enam jam lagi," ujar Edi.

    MUTIA RESTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.