Saluran Pipa PDAM Akan Difungsikan Jadi Sarana Penanggulangan Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah berencana memfungsikan saluran pipa Perusahaan Daerah Air Minum guna penanggulangan banjir. Saluran tersebut diharapkan mampu mengalirkan sebagian volume air Sungai Ciliwung menuju Kali Cipinang.

    “Ada potensi untuk mengalirkan kembali alur Ciliwung ke Cipinang,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (19/2). Menurutnya, saluran tersebut merupakan pipa PDAM yang sudah tidak berfungsi kembali.

    Keseluruhan pipa diperkirakan merentang sepanjang 1,3 kilometer sejak Ciliwung menuju Kalimalang. “Pipa itu nantinya akan kita perbesar dan jika diperlukan akan menggunakan pintu air,” ujarnya.

    Jika proyek ini jadi direalisasikan, Fauzi yakin volume air yang mengalir ke Kampung Melayu akan berkurang dan tidak akan menimbulkan dampak bagi warga yang tinggal di alur basah Ciliwung. “Proyek ini juga akan tertolong oleh Banjir Kanal yang mampu mengalirkan 50 meter kubik air perdetik,” ujarnya.

    Hujan yang mengguyur Jakarta sejak beberapa hari terakhir sempat menggenangi sejumlah pemukiman penduduk. Genangan disebakan curah hujan yang cukup tinggi di bagian hulu. “Badan Metereologi dan Geofisika menerangkan bahwa curah hujan cukup tinggi. Pintu air Katulampa bahkan sempat empat meter,” kata Fauzi.

    Volume air setinggi itu sebenarnya lebih tinggi dari ketinggian air yang menyebabkan banjri besar pada tahun 2007 lalu. Kala itu, kata Fauzi, genangan air di sejumlah pemukiman penduduk mampu bertahan hingga 72 jam. Adapun genangan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak sampai 14 jam.

    Meski demikian, kata Fauzi, banjir kiriman itu relatif tidak menimbulkan masalah lantaran tidak disertai dengan curah hujan lokal yang tidak terlalu tinggi dan permukaan air laut tidak sedang meningkat.


    RIKY FERDIANTO/ISMA SAVITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.