Akibat Banjir, Lalu-Lintas Pluit Raya Tersendat 1 Kilometer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Banjir yang menggenangi Jalan Pluit Raya mengakibatkan arus lalu-lintas dari arah Muara Angke menuju Penjaringan, Jakarta Utara, tersendat lebih dari satu kilometer. Banjir air laut ini ditimbulkan rangkaian proyek peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang.

    Meski air setinggi mata kaki yang tersisa hanya menggenangi separuh badan jalan, seluruh kendaraan yang melintas tetap berjalan perlahan. "Ini yang mengakibatkan arus lalu-lintas menjadi tersendat," kata seorang petugas keamanan kompleks perumahan di sekitar PLTU Muara Karang, Abdul Aziz, kepada Tempo, di Jakarta, Senin (22/2).

    Bowo, seorang pengendara sepeda motor, memilih berjalan perlahan karena khawatir licin dan menjaga agar cipratan air tidak sampai ke atas. "Takut motor saya menjadi berkarat," ujar Bowo, saat berhenti untuk melihat-lihat banjir yang menggenangi PLTU.

    Air laut yang mulai menggenang pada Senin (22/2), pukul 02.00, ini berawal dari masalah pada proses pembersihan pintu tanggul di area PLTU dari endapan lumpur. Pembersihan itu merupakan bagian dari rangkaian proyek PLTU Muara Karang.

    Air laut masuk saat proses pembersihan dilakukan di pintu ketiga, dari enam lapis pintu yang ada. Saat pintu dibuka, air laut langsung mengalir deras. Ketika akan ditutup kembali, pintu tersebut macet akibat endapan lumpur.

    WAHYUDIN FAHMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.