Pedagang Unggas Kembali Demo DPRD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan massa dari Assosiasi Pedagang Unggas Jakarta berunjukrasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta (15/3). TEMPO/Subekti.

    Ribuan massa dari Assosiasi Pedagang Unggas Jakarta berunjukrasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta (15/3). TEMPO/Subekti.

    TEMPO Interaktif, Jakarta--Perjuangan pedagang unggas belum berakhir. Hari ini mereka kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta guna menuntut pencabutan Perda Unggas. "Tuntutan kami tetap sama," ujar Hendra Siahaan, hari ini.

    Massa mulai membludak di depan gedung DPRD sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka datang dari sejumlah pangkalan yang tersebar di seluruh Jakarta dan kota-kota sekitar dengan membawa sejumlah poster dan ayam hidup. Aksi kali ini merupakan kali keenam dalam dua bulan terakhir.

    Hendra menjelaskan, aksi kembali mereka gelar karena Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, berkukuh akan tetap menjalankan perda pengendalian unggas. "Padahal, perda itu hanya akan akan menguntungkan pedagang besar dan kalangan importir," ujarnya.

    Aksi pedagang mulanya mulai mereda setelah Ketua DPRD DKI Jakarta mengeluarkan rekomendasi penundaan perda unggas kepada gubernur. "Tapi belakangan malah ditarik kembali oleh Sekretariat Dewan. Ini kan aneh. Ada permainan apa sebenarnya?" ujar Hendra.

    Hingga berita ini diturunkan, ribuan massa masih terus menggelar aksi mereka. Aksi memaksa polisi menutup Jl. Kebon Sirih yang menuju Tugu Pak Tani lantaran jumlah demonstran tampak terus bertambah. Masyarakat yang hendak melintas Jl. Kebon Sirih diharap mewaspadai potensi kemacetan.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.