Korban Situ Gintung Mulai Tinggalkan Pengungsian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Tangerang -Korban ambrolnya waduk Situ Gintung mulai meninggalkan kontrakan Wisma Kerta Mukti I dan II yang akan berakhir besok. "Pemerintah daerah tidak memperpanjang (kontrak) lagi, terpaksa kami meninggalkan wisma," ujar Koordinator pengungsi di Wisma Kerta Mukti I, Chaerul kepada Tempo, pagi ini.

    Chaerul mengatakan, dari 40 lebih keluarga yang mengungsi di Wisma Kerta Mukti, Pisangan, Ciputat semuanya sudah meninggalkan pengungsian sejak satu bulan terakhir ini. "Sekarang sudah kosong," katanya. Menurut dia, para pengungsi mengontrak rumah sendiri, ada yang kembali ke lokasi awal dan membangun kembali rumah mereka yang rusak.

    Chaerul bersama enam keluarga lainnya memilih kembali ke RT 04 RW 04, Kelurahan Cirendue, Ciputat Timur. Ia membangun kembali rumah mereka yang rusak diterjang air Situ Gintung setahun lalu. "Kami asli orang sini, jadi enakan kembali ke kampung halaman."
    Chaerul mengaku membangun kembali rumahnya dengan uang yang diusahakannya sendiri ditambah dari pencairan dana bantuan tahap I yang ia terima sebesar Rp 17 juta.

    Pasca jebolnya tanggul Situ Gintung, sebanyak 613 keluarga tinggal berpencar-pencar. Ada yang tinggal di pengungsian, juga ada yang mengontrak rumah sendiri atas biaya Pemda Tangerang Selatan.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan memutuskan tidak akan memperpanjang kontrak rumah para pengungsi tahun ini. Selain memberikan kesempatan mereka untuk mandiri, para pengungsi juga telah menerima bantuan atau ganti rugi bangunan yang rusak sejak November tahun lalu. "Bantuan tahap II juga akan segera dikucurkan," kata Ahadi, Asisten Daerah I Tangerang Selatan.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.