Aktivis LBH Jakarta Laporkan FPI ke Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sidik dan Novel melaporkan anggota Front Pembela Islam yang melakukan pemukulan terhadap keduanya, ke Kepolisian Daerah Metro Jaya, sekitar pukul 12.00. "Tadi saya dan Novel dari PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) melaporkan tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota FPI kemarin,” kata Sidik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta lewat telepon, Kamis (25/3).

    Pihak kepolisian telah menerima laporan mereka berdua dan memberikan surat pengantar untuk melakukan visum sebagai bukti adanya tindak pengeroyokan. Bukti lain berupa foto pelaku pengeroyokan ada pada Novel dan beberapa wartawan. “Sedangkan foto yang ada pada saya sudah tidak ada sama sekali karena kemarin dipaksa orang FPI untuk dihapus,” tambah Sidik.

    Ketua LBH Jakarta, Nurkholis Hidayat, Ketua LBH Jakarta saat ditemui di kantornya juga menyesalkan pemukulan kemarin. “Proses hukum pidananya silakan berlanjut terus, biar yang melakukannya kapok. Kalau ketahuan pelakunya, ya ditahan saja,” kata Nurkholis.

    Insiden berawal selepas tim pengacara makan siang di kantin dekat kantor Mahkamah Konstitusi (MK), saat sidang uji materi Undang-undang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama diskors. "Sekitar pukul 12.30 WIB sehabis dari kantin, saya dan Uli (Uli Parulian Sihombing) dihadang anggota FPI. Mereka membentak, menghina, mengejek saya. Lalu ada yang menendang kaki saya dari belakang," ujar Nurkholis.

    Nurkholis dan Uli lantas dikerubuti sejumlah anggota FPI. Sidik dari LBH Jakarta serta Novel, anggota PGI sempat mengambil gambar insiden itu. Anggota FPI melihat Sidik dan Novel memotret dan tak terima. Mereka meminta gambar dihapus, namun ditolak. Massa FPI kontan marah dan menyerang. Sidik dan Novel sempat lari namun massa FPI menghadiahi mereka dengan pukulan dan tendangan. Tidak lama berselang polisi dan petugas MK berhasil melerai mereka.

    “Saya melhat orang-orang yang mengeroyok saya. Dan saya masih ingat dengan orang yang menendang saya,” kata Nurkholis. Pada awalnya, kata Nurkholis, ada sepuluh orang yang mengeroyoknya. Lalu setelah ia berhasil menghindar, ada sekitar 25-30 orang anggota FPI lainnya yang turun dan akhirnya ikut mengeroyok Sidik dan Novel.

    MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.