Dua Kontaner Sampah Digantung di Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model menunjukkan Pin Bersihkan Jakarta saat acara kampanye Jakarta Bersih di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (26/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang model menunjukkan Pin Bersihkan Jakarta saat acara kampanye Jakarta Bersih di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (26/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Jangan kaget jika hari ini Anda melihat dua container sampah tergantung di halaman Monas! Sebuah seremoni digelar pemerintah Jakarta untuk mengkampanyekan “Gerakan Jakarta Bersih”.

    Acara digagas atas kerjasama antara pemerintah dengan Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GEMASH). Sekitar 1000 warga Jakarta yang berasal dari pelajar dan berbagai latar profesi hadir dalam acara tersebut.

    Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menerangkan, seremoni ini digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kualitas lingkungan. “Gaya hidup warga Jakarta harus berorientasi pada kebersihan lingkungan,” ujarnya.

    Mulanya pemerintah berencana menumpuk seluruh sampah yang berasal di sepanjang jalan Sudirman dan Thamrin sejak kemarin. Namun, rencana itu batal dilaksanakan akibat hujan yang mengguyur Jakarta malam tadi.

    Panitia acara terpaksa memamerkan dua container sampah yang digantung dengan menggunakan dua mesin craine. Sampah berukuran dua puluh meter kubik itu merupakan lima persen dari seluruh sampah yang berasal dari Sudirman-Thamrin.

    Fauzi menjelaskan, seremoni ini diharapkan mampu membuka mata warga Jakarta terhadap pengelolaan sampah. “Jadi jangan sepenuhnya bergantung dengan pemerintah. Warga Jakarta harus ikut peduli,” ujarnya.

    Menurut Fauzi, warga Jakarta adalah produsen polutan yang cukup besar. Sebanyak 27.966 meter kubik sampah ditimbun setiap harinya. “Dalam dua hari, kita bisa menumpuk sampah sebesar candi Borobudur,” ujarnya.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.