Walimurid Akan Perkarakan Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Kurniadi Halim alias Liem Dat Kui, orangtua mendiang Felice, 7, akan meminta pertanggungjawaban  Sekolah Dasar Pelangi Kasih atas meninggalnya Felice, 7, siswi sekolah itu. Pertanggung jawab secara hukum diajukan agar menjadi pelajaran bagi sekolah dan orang tua lainnya.

    "Ini bukan hanya soal anak saya, tapi juga untuk anak - anak lain dan sekolah yang sering mengadakan acara di luar sekolah," katanya di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, tadi. 

    Felice meninggal dalam acara retreat ke Villa Bukit Pinus, Ciawi, Sukabumi Senin sore (22/3) lalu.  Namun hingga hari ini penyebab kematian Felice masih simpang siur. Kurniadi, 46, menduga anaknya tewas tenggelam. "Ada yang bilang anak saya sudah mengambang di kolam. Saya duga saat ditemukan sudah tewas."

    Padahal Kurniadi, anaknya tidak bisa berenang. Pada jadwal acara retreat yang diterima orang tua juga tidak tercantum adanya acara rekreasi di kolam renang. "Anak saya tidak membawa baju renang."  

    Semula Kurniadi menolak anaknya dikutsertakan pada acara retreat bertajuk 'Fruitful in Christ' itu. Namun sekolah mewajibkan seluruh siswa turut dengan membayar Rp 650 ribu per anak. "Pesertanya dari kelas 2 sampai 6, kurang lebih 100 orang ikut."

    Ia menyayangkan pihak sekolah yang tidak mengizinkan orang tua hadir untuk memantau anak mereka, meski permintaan itu sempat disampaikan sebelum acara. Menurutnya orang tua dilarang hadir atau menginap di lokasi yang sama dengan tujuan menumbuhkan sikap mandiri pada anak. "Katanya mereka punya tim pengawas yang cukup," kata dia.

    Felice diduga tewas saat jam istirahat di kolam dewasa dengan kedalaman 60 sentimeter hingga 1,6 meter di lokasi retret. Hal ini dibuktikan dengan lembar kegiatan sesi pertama Felice. Kurniadi memperkirakan anaknya masih mengikuti acara sesi pertama bertajuk 'Prepare Your Heart' yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 hingga 14.00 wib.

    Pukul 3 lebih, ia diberitahu bahwa anaknya pingsan. "Ada yang bilang harusnya tidak acara renang tapi anak - anak memaksa. Ini tidak benar. Kenapa acara berubah mengikuti keinginan anak - anak?"

     
    VENNIE MELYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.