Earth Hour Disambut Antusias Warga Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampanye perubahan iklim

    Kampanye perubahan iklim "Earth Hour" digelar setiap Sabtu terakhir bulan Maret. Tahun 2009, kampanye ini diikuti lebih dari semiliar penduduk bumi.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Program Earth Hour yang serentak dilakukan di seluruh dunia pada hari ini disambut antusias warga Jakarta. Aksi memadamkan lampu selama satu jam yang di wilayah Indonesia akan dilakukan serentak pada pukul 20.30 hingga 21.30 ini adalah upaya dunia untuk mengurangi dampak pemanasan global.

    Metasari, warga KebayoranLama Jakarta Selatan, sudah berniat akan ikut memadamkan lampu malam nanti. "Tahun lalu saya nggak matiin lampu sih. Tapi tahun ini bakal matiin. Kan lumayan bisa menghemat energi misal semua orang mau mematikan lampu," katanya. Dia juga sudah menyampaikan adanya himbauan itu kepada seluruh anggota keluarganya.

    Ali Poedja, juga menyambut baik aksi peduli lingkungan yang diselenggarakan lembaga WWF tersebut. "Lumayan banget kan misal ada aksi "nyepi" di Jakarta selama satu jam. Paling nggak, kita bisa ngasih sesuatu untuk bumi. Karena selama ini bumi sudah memberi banyak sekali buat kita," ujar warga Rasuna Said, Jakarta Selatan itu.

    Pendapat berbeda dilontarkan Anindya, warga Legoso Raya, Ciputat. Ia memang akan mematikan lampu nanti malam. Namun ia mengkritik, program itu tak signifikan. Pasalnya, kata Anindya, Earth Hour hanya dicanangkan sejam selama setahun oleh WWF.

    "Lebih baik kalau kesadaran sayang lingkungan dan hemat energi itu berupa pendidikan sejak anak masih SD. Kalau Earth Hour selama sejam saja sih, saya yakin orang melaksanakannya hanya untuk selebrasi, dan setelah itu boros energi lagi."

    Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menilai, program Earth Hour malam ini memang hanya satu jam. Tapi ia tetap menganggap program tersebut tepat untuk menggugah kesadaran warga akan bahaya pemanasan global. "Asal dilakukan dengan kesadaran," kata Fauzi di Jakarta, kemarin.

    ISMA SAVITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.