Sidang Dua Janda Pahlawan Diwarnai Kericuhan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soetarti Soekarno (kiri) dan Roesmini Koesnaeni. TEMPO/Tony Hartawan

    Soetarti Soekarno (kiri) dan Roesmini Koesnaeni. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kericuhan mewarnai sidang dua janda pahlawan, Soetarti Soekarno dan Rusmini  di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3). Para pendukung Soetarti dan Rusmini dari Universitas Sahid yang berorasi di depan gedung pengadilan terlibat adu pukul dengan petugas keamanan.

    Belasan mahasiswa yang menggunakan jaket almamater beradu jotos dengan petugas keamanan saat sidang pembacaan replik kasus penghunian rumah bukan hak milik dengan terdakwa Rusmini sedang berlangsung.

    Mereka beradu jotos setelah petugas keamanan melarang para mahasiswa yang hendak memberikan bunga tanda dukacita masuk ke dalam gedung. Sidang sendiri berlangsung jauh dari aksi adu jotos ini, tepatnya di Ruang Candra, lantai 2 PN Jakarta Timur. Tidak terdengar kegaduhan yang terjadi di luar gedung itu.

    Sidang Soetarti dan Rusmini memang selalu dipadati para pendukungnya. Dalam sidang kali ini, para pengikut setia dari para keluarga purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum Keluarga Penghuni Perumahan Negara (FKPPN) tampak hadir dengan baju berwarna putih. Tampak pula para anggota Pemuda Panca Marga (PPM).

    Yang paling mengharukan, rekan-rekan almarhum suami Soetarti dan Rusmini para veteran Eks Brigade Tentara Pelajar juga datang. Mereka datang dengan menggunakan baju kebanggaan mereka berwarna hitam dengan tanda jasa yang melekat di dada.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.