Masih Sosialisasi, Pelanggar Lalu Lintas Cuma Dihukum Push Up  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memberikan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). TEMPO/Tony Hartawan

    Polisi memberikan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengendara sepeda motor yang tak mengenakan helm SNI di DKI Jakarta tak akan ditilang. Polisi hanya akan menegur untuk sosialisasi dan memberi sanksi yang mendidik.

    "Seperti menyuruh pulang buat ngambil helm atau push up. Ini bertujuan memberikan efek jera bagi pengendara motor," kata operator Traffic Management Centre Polda Metro Jaya Brigadir Kepala Reza ketika dihubungi.

    Ia menjelaskan, sebenarnya peraturan wajib mengenakan helm SNI dimulai hari ini, 1 April 2010, sesuai Pasal 291 Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Tapi, sanksi denda baru akan dilakukan setelah masa sosialisasi.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono mengatakan penindakan dilakukan secara simpatik melalui teguran. "Kami masih sosialisasi," ujarnya. Penindakan akan dilakukan secara bertahap atas aturan wajib helm SNI, menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari, serta penggunaan sabuk pengaman pada mobil.

    VENNIE MELYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.