Asap Masih Mengepul di Pasar Kebayoran Lama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul yang berasal dari kebakaran kompleks Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (02/04). TEMPO/Aditya Noviansyah

    Asap mengepul yang berasal dari kebakaran kompleks Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (02/04). TEMPO/Aditya Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Meski api berhasil dikendalikan, namun asap masih mengepul di lokasi kebakaran di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, hingga petang ini. "Tinggal pendinginan lokasi kebakaran. Masih ada asap, sekarang kami lakukan pembersihan," ujar Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Heru Agus di lokasi kejadian petang ini. Titik api diduga berasal dari top floor, lantai paling atas yang dijadikan gudang, stand sepatu, dan kebutuhan pokok oleh Ramayana.

    Untuk menjinakkan api, petugas mengerahkan 48 mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 200 orang pemadam. "Gabungan dari Jakarta Selatan, Pusat, Barat, dan Timur, tapi sekarang sebagian sudah kembali tinggal sekitar 30 unit," ujar Yayan, petugas pemadam kebakaran lainnya. 

    Pasar swalayan itu terdiri dari 4 lantai, termasuk lantai dasar. Api menghanguskan seluruh bangunan di lantai 3 dan 2 serta sebagian lantai 1. Lantai 1 yang terbakar berada di bagian kanan gedung. Sedangkan bangunan di bagian tengah dan kiri lantai 1 dan seluruh lantai dasar tidak terbakar.

    Petugas kesulitan memadamkan api karena keterbatasan sumber air. Air diambil dari Kali Pesangrahan dan Kali Velbak. "Akses masuk ke atas juga susah, kami menjebol roling door dan triplek," ujar Yayan. Belum lagi ramainya masyarakat yang menonton kejadian.

    Untuk mencapai lantai paling atas, petugas menggunakan satu unit bronto atau mobil tangga dari Sudin Kebakaran Jakarta Selatan. Hingga berita ini ditulis, petugas masih terus menyiramkan air ke bagian atap gedung.

    Agung Sedayu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.