Warga Puri Beta Segel Kantor Pemasaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang -Puluhan warga Perumahan Puri Beta 2 menyegel kantor pemasaran Perumahan Puri Beta di Jalan Cileduk Raya, Tangerang, Banten. Tindakan ini dilakukan sehubungan dengan unjuk rasa menolak rencana pembangunan terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) di tengah perumahan mereka.

    “Kami sudah mengirim surat kepada manajemen (Puri Beta) kalau hari ini kami akan melakukan audiensi,” kata Luviana, Sabtu (3/4). Tapi karena tidak ditanggapi, maka warga menyegel kantor pemasaran. Poster-poster berisi tulisan penolakan ditempel di dinding kantor pemasaran.

    Sebelumnya warga telah berkumpul dan berorasi di depan kantor pemasaran Perumahan Puri Beta dan ingin bertemu dengan pihak manajemen yakni PT. Beta Gold Land. Namun setelah ditunggu-tunggu,  manajeman tidak kunjung menemui warga. “Kami ingin membicarakan hal ini dengan direkturnya, Hendrik Wijaya. Hak kami untuk memperoleh informasi telah diabaikan pihak developer,” ujar koordinator aksi Hendra Hasanudin.

    Warga Perumahan Puri Beta 2 sangat menyayangkan sikap pengembang yang baru memberitahukan adanya rencana pembangunan terminal dua bulan lalu. Padahal Pemerintah Kota Tangerang telah mengeluarkan Perda tentang pembangunan terminal sejah tahun 2005. “Awalnya kami diberitahu developer bahwa lahan kosong itu akan dijadikan pusat bisnis, lalu berubah jadi apartemen, lalu dikatakan akan dijadikan pasar modern. Ternyata justru akan dibangun terminal,” kata Hendra. Ia menegaskan agar pengembang harus konsisten terhadap site plan, dan tidak menjual lahan kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk dibangun terminal.

    Warga khawatir pembangunan terminal di tengah perumahan akan menyebabkan lingkungan menjadi bising, penuh polusi, dan banyak premanisme. “Pengembang menjanjikan tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman. Bagaimana bisa kalau ada terminal di tengah-tengah perumahan yang kami tempati?” Hendra mempertanyakan.

    Usai menyegel kantor pemasaran, puluhan warga berjalan kembali ke arah Perumahan Puri Beta 2 yang terletak di seberang jalan kantor pemasaran sekaligus menunjukkan lokasi pembangunan terminal. Tanah lapang yang akan dijadikan terminal saat ini masih digunakan sebagai tempat berjualan tanaman hias, makanan, bahkan ada tempat pemancingan di dalamnya. Lokasinya tidak jauh dari perumahan warga. “Nantinya di sini akan dibangun terminal,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

    Hendra mengatakan warga Perumahan Puri Beta 2 akan terus berupaya memperjuangkan penolakan pembangunan terminal. “Kami juga telah konsolidasi dengan warga dari Perumahan Puri Beta 1, dan mereka mendukung upaya kami,” katanya. Aksi warga berlangsung tertib meski sempat dikawal polisi.

    MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.