Pertikaian di Blowfish, Bukan Perebutan Wilayah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang petugas keamanan sedang memasang batas keamanan di kawasan kafe Blowfish Komplek Wisma Mulia, Gedung City Plaza, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (04/04). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Dua orang petugas keamanan sedang memasang batas keamanan di kawasan kafe Blowfish Komplek Wisma Mulia, Gedung City Plaza, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (04/04). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Gatot Edy Pramono menegaskan bahwa pertikaian yang terjadi di Club Blowfish, Jakarta Selatan dini hari tadi bukanlah perkelahian antar geng. "Bukan antar kelompok geng, atau perebutan wilayah, itu berawal dari salah paham," ujarnya saat dihubungi Tempo, Jumat (4/4).

    Menurut Gatot, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut berawal pada Jumat (2/4) tengah malam saat salah satu pengunjung diskotik berinisial A hendak masuk ke Blowfish. "Namun tampaknya terjadi salah paham, satpam menghalanginya masuk, dan si A memukulnya dan satpam membalas memukul," kata Gatot. Pertengkaran itu bisa dilerai dan A kembali pulang.

    Tampaknya peristiwa tersebut berbuntut, karena esoknya A kembali lagi ke Blowfish. Dan kali ini dia tidak sendiri melainkan dengan 12-15 orang temannya. "Menurut penuturan A kepada kami, ia datang ke sana dengan tujuan untuk minta maaf," kata Gatot.

    Namun entah mengapa, ternyata justru kembali terjadi pertikaian antara mereka dengan pihak satpam. "Dan tampaknya pihak Satpam sendiri juga sudah siap dengan teman-temannya," lanjut Gatot. Sehingga perkelahian dua kelompok itu tidak bisa dihindari, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB Minggu dini hari.

    Akibatnya sedikitnya satu orang meninggal dunia, yaitu M. Soleh dan beberapa orang terluka yang antara lain adalah Yoppie. "M. soleh dan Yoppie adalah satu kelompok dengan A," kata Gatot.

    Saat ini pihak kepolisian telah mengamankan dan memeriksa sejumlah saksi, "Ada sekitar 12 orang saksi, termasuk A, saat ini ada di Polres Jakarta Selatan," ujar Gatot.

    Kasus itu saat ini telah diambil alih oleh Polda Metro Jaya. "Sudah diambil alih polda, dan saya dengar Polda sudah menangkap sejumlah orang," ujarnya. "Besok A akan kami serahkan ke Polda," tambahnya.

    Gatot mengatakan bahwa dalam pertikaian tersebut tidak ada senjata api yang dipergunakan. "Kami sudah memeriksa seluruh tempat dan menayai saksi, tidak ada proyektil yang kami temuka, tidak ada senjata api yang digunakan," katanya.

    AGUNG SEDAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.