Pasar Kebayoran Lama Hanya Akan 2 Lantai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -PD Pasar Jaya akan segera merenovasi bangunan Pasar Kebayoran Lama yang terbakar Jumat lalu (2/4). Renovasi pasar itu melibatkan tim konsultan dari Universitas Indonesia. "Kemarin tim sudah melihat kondisi fisik bangunan pasar," ujar Manager Area Selatan 1 PD Pasar Jaya, Royani saat ditemui Tempo di Pasar Kebayoran Lama, Ahad (4/4).

    Menurut Royani nantinya Pasar Kebayoran Lama hanya terdiri dari dua lantai. Sebelumnya Pasar Kebayoran Lama memiliki 3 lantai ditambah satu lantai dasar. "Menurut tim konsultan lantai tiga (yang runtuh) sudah tidak lagi memungkinkan untuk didirikan bangunan lagi." Seluruh besi penyangga akan dipangkas, dan dijadikan ruang terbuka.

    Seluruh struktur bangunan di lantai 2 dan sebagian lantai 1 yang terbakar, menurut Royani, masih dalam kondisi baik dan masih bisa direnovasi. "Bangunan masih baik, setelah dibersihkan bisa dioperasikan lagi untuk ditempati Ramayana kembali," katanya.

    Namun Royani belum bisa memastikan kapan bangunan itu siap  ditempati Ramayana kembali. "Kami harap secepatnya, karena keberadaan Ramayana di sini juga berkaitan dengan penghasilan pedagang." Ramayana, kata Royani, menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk mengunjungi Pasar Kebayoran Lama.

    Jumat pagi lalu, api membakar bangunan Pasar Kebayoran Lama. Api diduga berasal dari bangunan di lantai 3 yang ditempati Pasar Swalayan Ramayana. Seluruh bangunan di lantai itu akhirnya runtuh. Api membakar seluruh bagian bangunan di lantai 2 dan separo bangunan di lantai 1. Seluruh bangunan yang terbakar  ditempati Ramayana. Sedangkan sekitar 1108 kios milik pedagang tidak ikut terbakar. PD Pasar Jaya mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar akibat bangunan gedung yang terbakar serta runtuh itu.

    AGUNG SEDAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.