Rusuh Blowfish Bentrok Antargeng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang petugas keamanan sedang memasang batas keamanan di kawasan kafe Blowfish Komplek Wisma Mulia, Gedung City Plaza, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (04/04). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Dua orang petugas keamanan sedang memasang batas keamanan di kawasan kafe Blowfish Komplek Wisma Mulia, Gedung City Plaza, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (04/04). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Ahli kriminologi Universitas Indonesia Adrianus Meliala menilai kerusuhan yang menyebabkan satu nyawa melayang di klub hiburan Blowfish, Jakarta Selatan, pada Ahad dini hari lalu, adalah bentrokan antargeng.

    "Itu adalah gang fight," kata Adrianus ketika dihubungi. Menurut dia, kedua anggota kelompok yang bertikai berasal dari Indonesia Timur. "Kebetulan saja lokasinya di Blowfish. Sebenarnya tak ada hubungannya dengan Blowfish."

    Sekelompok pengunjung dan anggota staf pengamanan Blowfish di gedung City Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, terlibat bentrokan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.40 WIB. Kejadian itu menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya. Kedua korban dari kelompok penyerang.

    Adrianus menjelaskan, orang-orang yang disebut underworld (bawah tanah) Jakarta itu selalu mengelompokkan diri berdasarkan etnis. "Selalu menggunakan pendekatan primordial," ucapnya. "Biasanya mereka bergerak di bidang jasa pengamanan, menjaga tanah, menagih utang, pengiriman, dan lainnya."

    Tito Sianipar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.