Hingga April 2010, 35 Tewas Di Jalanan Jakarta Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -- Sepanjang tahun ini sampai dengan awal April, sebanyak 35 nyawa melayang karena kecelakaan lalu lintas di Jakarta Utara. Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Utara, Ajun Komisaris Didiek Eko Sunarno mengatakan selama triwulan pertama 2010 ini, tercatat ada 237 kasus kecelakaan lalu lintas. "Tahun lalu ada 889 kecelakaan," kata dia, kemarin.

    Dalam sebulan rata-rata ada lebih dari 50 kecelakaan yang terjadi dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia. Agustus tahun lalu, kecelakaan lalu lintas di Jakut sempat mencatat rekor tertinggi. Terjadi 99 kecelakaan dalam sebulan yang memakan 23 nyawa dan 101 orang luka-luka. Sebagian besar yang meninggal adalah pengguna sepeda motor.

    Lokasi rawan kecelakaan antara lain Jalan Raya Cilincing, Lodan, Yos Sudarso, Jembatan Tiga, dan Pegangsaan Dua. "Yang paling rawan adalah Jalan Raya Cilincing karena itu lintasan truk kontainer," kata Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Polres Jakut, AKP Suhli. Selain itu, jalan yang rusak juga menyebabkan kawasan ini semakin rawan.

    Menurut dia, pihaknya terus berusaha menekan tingkat kecelakaan. Salah satu caranya dengan menempatkan petugas di lokasi-lokasi rawan kecelakaan. "Kalau melihat ada petugas, masyarakat biasanya lebih hati-hati," katanya.

    Polisi juga telah menetapkan tiga lokasi "black spot". Semuanya berada di Jalan Raya Cilincing. Selain itu, polisi juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas bergambar tengkorak di lima titik. "Empat di Jalan Raya Cilincing. Satu di Jalan Akses Marunda," katanya.


    Sofian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.