Tolak Pengosongan Rumah, Pensiunan IPDN Masih Blokade Jalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IIP dan IPDN, Cilandak, Jakarta Selatan. TEMPO/Agung Rahmadiansyah

    IIP dan IPDN, Cilandak, Jakarta Selatan. TEMPO/Agung Rahmadiansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta --Puluhan keluarga pensiunan pegawai negeri sipil di Institut Ilmu Pemerintahan dan Institut Pemerintah Dalam Negeri, Cilandak, Jakarta Selatan masih tetap memblokade pintu masuk ke komplek perumahan rumah dinas yang mereka tempati, siang ini.

    Mereka berbaris dan menutup pintu gerbang dengan pot tanaman. Dari balik pintu gerbang mereka meneriaki petugas eksekutor yang berada di luar pagar. "Kami akan pertahankan tempat tinggal kami sampai mati," ujar salah satu warga.

    Puluhan warga dari 23 keluarga pensiunan (bukan 30 seperti berita sebelumnya) menolak rencana eksekusi pengosongan 6 rumah yang akan dilakukan hari ini. Di komplek perumahan dinas IIP/IPDN Cilandak ada sekitar 60 rumah. 23 rumah kelas II yang ditempati oleh pensiunan, Kementrian Dalam Negeri telah melayangkan surat permintaan pengosongan rumah terhadap 23 rumah tersebut.

    Para pensiunan menuduh pengosongan yang akan dilakukan tersebut tidak manusiawi. "Sebagian besar kami tidak punya rumah, uang pensiunan hanya Rp 2 juta, jika diusir kami akan terlantar, jadi gelandangan," kata kordinator paguyuban pensiunan pegawai negeri sipil di IIP/IPDN Cilandak, Andy Ramses Marpaung.

    AGUNG SEDAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.