Ratusan Suporter Persija Kumpul di Taman Menteng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO Interaktif, Jakarta - - Ratusan suporter bola Persija, siang ini berkumpul di areal belakang Taman Menteng. Rencananya mereka akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor PSSI dan Menpora. Mereka kini mulai bergerak menuju Senayan. Bagi Anda yang akan melalui jalan tersebut, waspadai kemacetan

    Saat Tempo mendatangi lokasi di Taman Menteng, terlihat ratusan suporter Persija yang tergabung dalam The Jakmania sudah berkumpul di belakang Taman Menteng. Para suporter itu juga kompak menggunakan pakaian berwarna oranye. Dua buah metromini tampak sudah terparkir beserta ratusan motor yang dihiasi warna oranye. Selain itu terlihat juga belasan sepeda antik yang juga berwarna oranye. Tak lama berselang, datang mobil karnaval yang biasa digunakan untuk mainan anak-anak datang lengkap dengan alat musik seperti gendang dan sound systemnya.

    Menurut Alit Ustijar (30 tahun) aksi ini akan menuntut PSSI agar berbenah diri. "Kami menginginkan revolusi sistem yang ada di PSSI. Untuk itu Nurdin Halid perlu diturunkan," ujar dia saat ditemui Tempo di Taman Menteng.

    Alit mengatakan, dalam aksi kali ini mereka juga akan menggelar aksi teatrikal di depan kantor PSSI. "Pada intinya menceritakan kekecewaan kami pada PSSI. Selain itu kami menginginkan mafia wasit dihentikan."

    Lebih lanjutnya, Alit mengungkapkan, yang menjadi pemicu aksi ini adalah kejadian kecurangan wasit saat pertandingan Persija melawan Persik Kediri. Pada saat itu, kata Alit, pemain Kediri tidak seharusnya diberikan penalti. "Mahyadi (pemain Persik Kediri) memang terjatuh di kotak penalti, tapi dia dijegalnya di luar kotak. Jadi tak seharusnya diberikan penalti. Makanya kami ingin demo untuk PSSI yang lebih bersih. Biar tak ada lagi mafia wasit."


    MUTIA RESTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.