Pemda DKI Kerahkan 3000 Tramtib, Amankan Rumah-rumah Kosong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta hari ini, Senin (4/2) pagi, mengerahkan sekitar tiga ribu petugas ketentraman dan ketertiban (Tramtib) untuk mengamankan rumah-rumah yang tinggalkan warganya yang mengungsi akibat banjir. Upaya pengamanan dilakukan untuk mencegah orang-orang yang ingin melakukan pencurian di pemukiman warga yang kosong. ”Tiga ribu tramtib bersama aparat keamanan akan berpatroli menjaga rumah warga yang ditinggal mengungsi. Keamanan tetap melalui koordinasi Polda Metro Jaya,” kata Raya Siahaan, Sekretaris Pusat Pengendalian dan Ketegangan Sosial (Pusdalgangsos) Pemda DKI Jakarta, kepada Tempo News Room, Senin pagi (4/1) di Jakarta. Dikatakan, pihaknya menjamin keselamatan jiwa dan harta benda warga ketika bencana banjir selama warga mematuhi petunjuk-petunjuk di lapangan. Pusdalgangsos Jakarta baru menerima laporan jumlah total korban jiwa akibat banjir sebanyak 21 orang. Dia mengatakan, hingga hari ke-6 banjir di ibukota, Pemda tetap melakukan upaya penyelamatan warga yang terjebak banjir di kawasan Siaga 1, yaitu sepanjang Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan. Aparat Pemda di lima wilayah Jakarta telah diperintahkan untuk waspada terhadap segala kemungkinan selama 24 jam non-stop. ”Kita meminta warga di tempat rawan banjir untuk mengungsi ke tempat aman,” katanya. Namun dia menepis adanya kabar bahwa terjadi aksi penjarahan di perumahan-perumahan elite Jakarta. Menurut dia, posisi aparatnya ditempatkan di posisi strategis untuk menimalisir munculnya aksi kejahatan. ”Belum ada laporan adanya tindakan kriminal,” tegasnya. Lebih lanjut dia mengatakan, pagi ini genangan air kawasan Kelapa Gading, Pluit Rawamangun dan Tebet belum menunjukkan akan surut. Disamping itu, seluruh wilayah Tanjungpriok, Cengkareng, Petamburan, Pengadegan, Bukit Duri, Kemayoran dan Tanah Abang. ”Warga mesti waspada karena curah hujan di Bogor masih tinggi,” tandasnya. Dia mengatakan, sekitar 20 kendaraan berat TNI dalam keadaan siaga ditempatkan di halaman parkir Balai Kota, Jalan Medan Merdeka. Selain itu, 20 pemadam kebakaran diprioritaskan untuk menyedot debit air di kawasan rawan. ”Di antaranya di Duku Atas dan Hotel Regent secara bergantian,” ujar dia. Dia membantah anggapan bahwa keberadaan aparat TNI di Jalan Medan Merdeka diprioritaskan untuk mengamankan kawasan Istana Negara sewaktu-waktu dilanda banjir. Menurutnya, Pemda tidak akan pilih kasih memperhatikan warga yang dilanda musibah banjir. ”Kita tidak diprioritaskan Istana, tapi kita harus perhatikan,” kilahnya. (Jhonny Sitorus)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.