Senin, 19 Februari 2018

Titik Berat Pemeriksaan Dodi pada Alur Uang Rp 15 Miliar

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 13:49 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi memeriksa Dodi Sumadi dengan titik berat pada pertanggungjawaban uang Rp 15 miliar yang diberikan Tommy Soeharto. Pengacara Dodi, Firman Wijaya, Selasa (5/2) malam, mengatakan, “Penyidik menanyakan kepada Dodi apakah uang tersebut pernah dilaporkan penggunaannya kepada Tommy.” Firman mengatakan dalam surat pernyataan, yang ditunjukkan pada saat penyerahan uang, tercantum aliran dana dari Rp 15 miliar yang akan diberikan Tommy untuk mendapatkan grasi. Aliran dana itu diantaranya adalah Rp 5 miliar ke Yayasan Puan Amal Hayati milik Sinta Nuriyah, Rp 5 miliar ke pondok pesantren milik Kyai Sidiq Muin, dan Rp 5 miliar lagi ke Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, serta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Soal pertanyaan penyidik tersebut, kata Firman, Dodi menjawab bahwa soal realisasi atas pemberian uang itu itu sudah diatur oleh Kiai Noer Iskandar SQ yang dalam pertemuan tanggal 19 Oktober di Jl. Cendana No.12 digantikan oleh Kiai Sidiq. Jadi, dengan kata lain, Dodi merasa hal itu bukan tanggung jawabnya tetapi tanggung jawab Kiai Sidiq, yang menurut Dodi memang sebagai orang suruhan mantan Presiden Abdurahman Wahid. Meskipun begitu, Firman mengatakan ada yang membingungkan soal permintaan laporan pertanggungjawaban penggunaan uang tersebut. Karena, setelah pemberian uang tersebut, Dodi dan Tommy sempat bertemu beberapa kali dan Tommy tidak pernah menanyakan apakah uang tersebut sudah digunakan sesuai aliran dana yang tercantum dalam surat pernyataan. Selain itu, kata Firman, penyidik juga menanyakan soal siapa yang dimaksud “kami” dalam surat pernyataan itu. Menurut keterangan Dodi kepada penyidik, “kami” yang dimaksud dalam surat tersebut adalah dirinya sendiri, Kiai Sidiq dan Thalib Abdullah yang menandatangani surat tersebut. Tapi, lanjut Firman, Dodi tidak menjelaskan apakah berarti yang membuat konsep surat itu adalah mereka bertiga juga. “Yang pasti surat itu dibuat atas keinginan Tommy untuk mendapat jaminan atas pemberian uang itu apakah nantinya akan terealisir atau tidak dirinya mendapatkan grasi,” katanya. (Sam Cahyadi-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.