Hampir Sebulan Disegel, Nasib Eks Taman Ria Tak Jelas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) sedang menyelesaikan karya instalasi berjudul Jemuran Arwah pada seni instalasi di Taman Kota Jl Kertanegara Kota Malang, rabu (18/8). Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) menggerar acara ini untuk mengenalkan seni instalasi kepada masyarakat Malang.  Foto:TEMPO/BIBIN BINTARIADI

    Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) sedang menyelesaikan karya instalasi berjudul Jemuran Arwah pada seni instalasi di Taman Kota Jl Kertanegara Kota Malang, rabu (18/8). Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) menggerar acara ini untuk mengenalkan seni instalasi kepada masyarakat Malang. Foto:TEMPO/BIBIN BINTARIADI

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Penyegelan lahan eks Taman Ria Senayan yang sudah hampir sebulan tak kunjung jelas juntrungnya. Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta, yang berwenang menyegel, juga belum mengetahui apakah lahan seluas 105.280 meter persegi itu dijadikan mal, taman atau lahan parkir para legislator permintaan Dewan Perwakilan Rakyat.

    "Sampai kini saya belum tahu lahan itu akan jadi apa," kata Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta Hari Sasongko pagi ini kepada Tempo. Ia juga belum tahu pasti sampai kapan lahan itu akan disegel. Hari mengaku tidak berwenang  menentukan kebijakan itu karena cuma sebagai pihak yang menyegel. "Kalau urusan jadi apanya, itu Gubernur atau Dinas Tata Ruang. Yang memastikan bukan kami," tambahnya.

    Hari menerangkan, selama surat keberatan yang dilayangkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI kepada Gubernur DKI belum dicabut, maka penyegelan terus berlangsung. Menurutnya, surat itulah dasar penyegelan izin pendahuluan (IP) pembangun pondasi yang sebetulnya sudah dipegang PT Ariobimo Laguna Perkasa.

    Hari berkeras kalau penyegelannya sudah sesuai prosedur ketentuan Perda No 7/1991 tentang Bangunan di Wilayah DKI Jakarta. Dia tidak gentar jika pihak pengembang melakukan gugatan. "Hak mereka untuk menggugat."


    HERU TRIYONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.