Kamis, 22 November 2018

Sutiyoso : Wewenang dan Tugas Deputi Gubernur Harus Jelas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Sutiyoso mengatakan deputi gubernur yang akan mendampingi pasangan gubernur DKI dan wakilnya harus memiliki tugas dan wewenang yang jelas. Hal ini dikatakan Sutiyoso usai dilantik sebagai gubernur 2002-2007 di Ruang Paripurna DPRD DKI, Senin (7/10). Sutiyoso mengaku, porsi, fungsi, serta siapa yang akan duduk dalam jabatan deputi gubernur itu masih akan dibahas dalam rapat internal eksekutif. Hasil rapat itu kemudian akan dibicarakan dengan pihak DPRD. “Orang yang ditempatkan disitu harus the right man on the right place. Apakah dari parpol, pakar, atau pihak lain akan kami rumuskan kemudian,” kata Sutiyoso. Mengenai jabatan sekretaris daerah yang sebelumnya dijabat Fauzi Bowo yang saat ini telah menjadi wakil gubernur, kata Sutiyoso, segera akan diisi. “Saya akan pimpin rapat dengan wagub dan para pejabat lainnya. Prinsipnya bagi saya adalah orang yang paling baik dan berkualitas serta memang cocok untuk jabatan Sekda,” kata Sutiyoso sambil menegaskan tidak akan pandang bulu apakah orang tersebut dekat dengan dirinya atau tidak. Mulai pereode ini, pasangan gubernur dan wakilnya akan didampingi beberapa orang deputi gubernur. Sebelumnya, gubernur DKI didampingi empat wagub yang masing-masing membawahi bidang pembangunan, kesejahteraan rakyat, pemerintahan, dan ekonomi keuangan . Jabatan tersebut setara dengan wagub dan merupakan jabatan fungsional, bukan jabatan struktural. Oleh karena itulah, orang yang akan duduk di jabatan itu bisa dari partai politik dan bisa juga dari pegawai negeri (pegawai karir). Fraksi-fraksi di DPRD DKI juga telah mempersiapkan orang-orangnya untuk menduduki posisi tersebut.(Dimas Adityo-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.