Jika Minimarket Liar Dibiarkan, Pedagang Ancam Unjuk Rasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Toko dan Warung (ATW) di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk akan unjuk rasa bila minimarket ilegal di wilayahnya tak ditindak tegas. "Dalam satu bulan bila belum ada tindakan, kami akan unjuk rasa ke kantor walikota," kata Eddy Inhari, salah satu pengurus ITW hari ini.

    Eddy mengklaim organisasinya beranggotakan 300 orang pemilik toko dan warung di Kelurahan Sukabumi Selatan. Menurutnya, saat ini ada 12 minimarket di wilayah Sukabumi Selatan. "Sejak minimarket marak, penghasilan kami menurun karena pembeli banyak yang lari ke sana," ujarnya.

    Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Barat, Eldi Andi menyatakan bahwa proses pendataan minimarket di wilayahnya telah selesai. "Saat ini proses verifikasi dari pemerintah provinsi sedang berjalan," katanya.

    Eldi juga menyatakan bahwa jika sebuah minimarket terbukti melanggar ketentuan atau tidak memiliki dokumen lengkap atas izin pendiriannya, sanksi akan diputuskan oleh pemerintah provinsi. "Diharapkan tak ada pihak yang merasa dirugikan karena bagaimanapun, minimarket juga menyerap tenaga kerja," ujarnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.