Korban Meninggal Akibat Banjir di RS Tarakan Menjadi 16 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, Jumat (15/2) Sore, bertambah satu orang. Sehingga jumlah keseluruhan korban yang meninggal sebanyak 16 orang. Korban terakhir bernama Wankodri (40), warga Kedoya Utara, Jakarta Barat, meninggal sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut Sanjoyo, salah seorang petugas posko, Wankodri tewas akibat menderita infeksi di sekujur tubuh (septikemia). “Sebelum kejadian banjir dia sebenarnya sudah menderita sakit, dengan adanya banjir kondisi semakin parah,” kata Sanjoyo, kepada Tempo News Room. Selain septikemia, di tubuh Wankodri juga ditemukan HIV positif. Saat ini jenazah sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga. Berdasarkan data RUSD Tarakan, dari 16 korban meninggal itu enam diantaranya karena menderita diare, empat orang akibat demam berdarah dan sisanya karena menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan darah tinggi. Di samping pasien yang meninggal dunia, jumlah pasien korban banjir yang dirawat inap di RSUD Tarakan, sampai Jumat malam juga meningkat. Jika pada Kamis (14/2) kemarin jumlah pasien rawat inap mencapai 115 pasien, kini jumlahnya bertambah sebanyak 20 orang menjadi 135 pasien. “Mungkin ini ada hubungannya dengan banjir susulan beberapa hari belakangan,” ujar Sanjoyo menambahkan. Jika ditambah dengan pasien rawat inap non-korban banjir, maka jumlah pasien yang ditampung RS Tarakan sebanyak 164 pasien. Sedangkan daya tampung rumah sakit ini hanya sejumlah 106 pasien. Untuk mengatasi hal tersebut, kata Sanjoyo, Pemerintah DKI Jakarta telah meminjamkan 100 buah ranjang. Namun karena jumlah ruangan yang tidak memadai, saat ini, ranjang-ranjang tersebut ditempatkan di koridor dan ruang kosong lainnya. Demikian pula dengan obat-obatan, Sanjoyo mengaku mendapat pasokan obat yang memadai dari Pemprov DKI. (Ucok Ritonga)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.