Sabtu, 24 Februari 2018

Guru Sekolah Al-Azhar Kemang Mogok

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 24 Juli 2003 09:23 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengajar guru-guru Yayasan Al-Azhar Syifa Budi Kemang, Jakarta Selatan melakukan aksi mogok, Selasa (19/2). Kegiatan belajar-mengajar dihentikan mulai Senin kemarin (18/2) kemarin. Bedanya aksi kali ini diisi dengan dialog antar guru, karyawan, orang tua murid dan pihak yayasan, diantaranya Ketua Yayasan M. Saelan. Menurut M. Tomo, salah seorang guru, aksi ini dipicu penolakan pihak yayasan terhadap tuntutan penyesuaian gaji guru dan karyawan. Menurut dia, gaji guru dan karyawan Al-Azhar Kemang tergolong rendah jika dibandingkan gaji guru sekolah swasta lainnya. Bahkan ada beberapa guru dan karyawan yang digaji dibawah UMP (Upah Minimum Propinsi). Mereka juga meminta agar yayasan berlaku manusiawi dan tidak sewenang-wenang memberhentikan guru dan karyawannya. Sekitar dua minggu yang lalu, seluruh guru Al-Azhar Kemang mulai dari TK hingga SMU mengadakan pertemuan. Pertemuan yang membahas kenaikan gaji tersebut berujung pada pembentukan semacam forum guru. Forum ini dikenal dengan tim 11 sebagai mediator antara guru dan yayasan. Setelah bekerja beberapa waktu, forum ini merumuskan beberapa tuntutan diantaranya penyesuaian gaji, tunjangan fungsional, tunjangan hari raya, tunjangan hari tua dan uang lembur. Hasil musyawarah ini kemudian diserahkan kepada empat kepala sekolah untuk diteruskan ke ketua yayasan. Tak disangka, pihak yayasan malah menganggap tim 11 dan hasil-hasilnya ilegal. “Tidak ada forum-forum seperti itu di Yayasan Al-Azhar,” kata Saelan seperti ditirukan Tomo. Kemarin (18/2), yayasan memanggil tim11. Hasil pertemuan itu sungguh mengejutkan, bukannya dialog yang terjadi tapi dua dari anggota tim yaitu Sigit dan Apep, dipaksa menandatangani surat non aktif. Sigit tegas menolak keputusan sepihak tersebut. Karena menolak, Sigit diusir keluar dari sekolah. Melihat semua upaya telah buntu, akhirnya hari itu juga sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh guru menolak mengajar. Akibatnya, aktivitas belajar-mengajar lumpuh. Untuk menutupi kekurangan guru, yayasan lantas mendatangkan guru pengganti dari sekolah-sekolah afiliasi Al-Azhar Kemang seperti di Legenda Bekasi, Kelapa Gading dan Cilegon tapi murid-murid Kemang seolah kompak dengan para guru. Mereka menolak diajar guru dari luar. Esok harinya, ratusan siswa Al Azhar Kemang yang terpisah dari Al Azhar Sisingamangaraja sejak 1992 turut mogok belajar. “Kami meminta agar guru-guru kami dikembalikan,” teriak mereka serentak sambil turun ke lapangan sekolah dan mengacung-acungkan poster layaknya demonstran sejati. “Give me back my teacher, balikin guruku” begitu protes mereka dalam beberapa poster. Mungkin karena melihat besarnya gelombang unjuk rasa, Selasa siang yayasan kembali berusaha berdialog. Hasilnya, menurut Tomo, ketua yayasan berjanji akan menyesuaikan gaji dengan tuntutan guru. Dan untuk itu, akan ada pertemuan lanjutan sore harinya, dengan syarat guru-guru kembali mengajar. “Sementara ini kesepakatan tercapai, kami masuk kelas namun hanya memberikan nasihat dan tugas, lalu selepas Dhuhur, siswa dipulangkan lebih awal,” ujar dia. Usai pertemuan, ketua yayasan M. Saelan mengatakan yang terjadi hanyalah miskomunikasi dan salah pengertian. “Sekarang sudah ada kesepakatan, nanti jam 16.00 akan kita rumuskan semuanya,” kata Saelan. Ia juga membantah jika dikatakan gaji guru tidak manusiawi. Menurut dia, gaji guru saat ini sudah sesuai dengan ketentuan Departemen Tenaga Kerja. Pihaknya juga telah berhasil merangkul guru yang dinonaktifkan. Tragisnya, Saelan yang sempat keluar dan mencoba bersalaman denagn siswa yang berunjuk rasa, namun ia malah mendapat teriakan, “huuuuuuuu,” dari para siswa. (Ucok Ritonga – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.