Selasa, 20 Februari 2018

Sutiyoso Bantah Miliki Vila Liar di Puncak

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 24 Juli 2003 09:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Sutiyoso membantah tuduhan memiliki vila yang tidak memiliki sertifikat IMB (izin mendirikan bangunan) di Desa Tugu Utara, Cisarua, Jawa Barat. Dia mengaku hanya memiliki sepetak tanah garapan di desa itu, dan di atasnya didirikan sebuah gubuk kecil. Bangunan itu, menurut Sutiyoso, terbuat dari bambu dan lantai dasarnya tidak di semen. “Bentuknya seperti rumah panggung,” ujarnya kepada Koran Tempo melalui telepon, Senin (19/2) malam. Menurut dia, rumah panggung itu tidak bisa disebut vila karena sangat sederhana dan berukuran kecil, sekitar 3 x 5 meter. Dilukiskan, karena sederhana, bangunan itu mencolok di tengah vila lainnya yang didirikan secara permanen. “Itu tempat istirahat penunggu lahan garapan di sana,” ujarnya. Sutiyoso tak menyebut secara rinci soal luas lahan garapan itu. Menurut dia, tanah di sana dipakai untuk budi daya aneka tanaman. Tetumbuhan di sana pun ditanam dalam wadah plastik. Karena itu, kata dia, agak aneh bila rumah panggung itu disebut vila. “Masak sih begitu saja disebut vila?” kata mantan Panglima Kodam Jaya itu. Lebih lanjut Sutiyoso menceritakan ihwal tanah garapan itu. Bermula ketika dirinya menjabat sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 061/Surya Kencana, Bogor, pada 1994. Saat itu dia berinisiatif memberi lahan garapan bagi warga kampung sekitar untuk ditanami aneka tanaman. Motivasi memberi lahan itu, menurut dia, tak lain memberi pekerjaan bagi warga kampung. Dia menyatakan tidak keberatan, seandainya Pemda setempat membongkar rumah panggung itu, jika dianggap sebagai bangunan liar. “Kalau mau dirobohkan, ya enggak apa-apa,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya belum pernah sekalipun mengunjungi tempat itu karena tempatnya yang agak jauh dan mendaki. Ditanya sikap Pemda DKI atas menjamurnya bangunan vila di kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur, Sutiyoso mengatakan penyelesaian persoalan itu sedikit rumit. Maraknya bangunan vila di sana, diduga menjadi penyebab banjir di Jakarta. “Tapi, itu bukan urusan kita. Pemda DKI tak punya wewenang menertibkan bangunan di sana,” tegasnya. (Nezar Patria)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.