Ancol Mulai Dikerumuni Warga Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Tony Hartawan

    Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Segerombolan anak usia 7-12 tahun tampak ceria. Sesekali mereka berteriak "Atlantis saja", ada lagi yang berteriak "Dufan". Dengan tingkah polah khas anak kecil, mereka membujuk orang tuanya masing-masing supaya mereka bisa bermain di wahana-wahana yang mereka inginkan.

    "Sebenarnya hanya berniat ajak mereka main di pantai saja yang murah, tetapi ini mereka mintanya ke Atlantis. Sayang, duitnya tidak cukup sepertinya," kata Rahmat Pujianto, 36 tahun, warga Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, 30 Agustus 2011.

    Datang bersama istri, tiga adik dan pasangannya, serta kedua anak dan keempat keponakannya, keluarga ini mengantre di halte menunggu bus wara-wiri yang tak kunjung datang. Begitu bus itu datang, sekitar 50 orang dewasa dan anak meringsek masuk ke bus yang kapasitas tempat duduknya hanya sekitar 30 orang ini. "Yang penting masuk, daripada nanti pada nunggu bus lagi dari tadi," kata Fransisca, 33 tahun, yang membawa tiga keponakannya yang sedang liburan sekolah.

    Di antara tempat-tempat yang dilalui Tempo, kerumunan massa terbanyak terdapat di Pantai Indah Ancol. Walau terdapat panggung dengan band yang menyanyikan aneka lagu irama Timur Tengah, ratusan hingga ribuan masyarakat lebih antusias berenang dekat pantai. Atau sekadar makan siang bersama keluarga besar dengan bekal yang mereka bawa dari rumah.

    Anak-anak kecil terutama balita pun melepaskan keceriaannya bermain air walaupun harus menggunakan pelampung atau papan. Ada juga keluarga yang tampak asyik berjalan-jalan tanpa ada niat untuk berenang.

    Ramainya Pantai Indah ini diakui Miko, petugas loket masuk. "Pengunjung tadi mulai banyak datang jam 9. Yang ramai Pantai Indah dan Beach Pool, selain itu ada juga yang ke Atlantis, Dufan, dan Ocean Dream Samudera," kata Miko.

    Salah satu yang ketiban rezeki dengan mulai ramainya pengunjung adalah Yanto, 32 tahun. Pedagang kepiting Muara Angke yang cari tambahan rezeki dengan berjual kacamata hitam seharga Rp 15 ribuan ini mulai banyak dicari orang. Maklum, cuaca siang ini cukup panas dan matahari bersinar terik.

    Namun bagi Yanto, keramaian hari ini belum apa-apa dibanding Lebaran tahun lalu walau sudah mulai meningkat dari bulan Ramadan. "Kalau ramai tuh sampai Timur, Pantai Festival semua penuh. Ini kan belum," kata Yanto.

    Selain itu, kata Yanto, pengunjung yang kebanyakan datang kemungkinan masih yang non-muslim. Selain beberapa warga asing, di Pantai Indah saat ini terdapat ratusan orang berasal dari etnis suku yang merupakan kantung Kristen, Buddha, dan Hindu. Walau warga masyarakat yang menggunakan jilbab juga banyak. "Mungkin karena lebih banyak yang Lebaran besok. Semoga sih besok dan lusa lebih ramai lagi," katanya.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.