Hari Ini, Puncak Arus Balik dengan Kereta Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik bergegas menuju gerbong kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (26/8). Hingga H-4 menjelang lebaran, Stasiun Pasar Senen sudah memberangkatkan 6788 penumpang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah pemudik bergegas menuju gerbong kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (26/8). Hingga H-4 menjelang lebaran, Stasiun Pasar Senen sudah memberangkatkan 6788 penumpang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Puncak arus balik Lebaran 2011 dengan kereta api diperkirakan akan terjadi pada hari ini. "Diperkirakan akan mencapai 11 ribu lebih penumpang," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat mengunjungi Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Ahad, 4 September 2011.

    Meski sudah memasuki puncak arus balik, PT Kereta Api Indonesia tetap akan memberlakukan pembatasan kereta. Kepala Stasiun Pasar Senen Yuskal Setiawan mengatakan jika ada penumpang yang tidak mendapatkan tiket balik maka tetap harus melakukan pemesanan tiket.

    "Yang tidak terangkut berarti harus memperpanjang (liburnya) karena (kereta api) tidak boleh melebihi kapasitas," kata Yuskal. Menurutnya, ketetapan untuk melakukan pembatasan penumpang seharusnya tidak akan menciptakan lonjakan penumpang di setiap rangkaian kereta api.

    Menurut Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Mateta Rijalulhaq, situasi Stasiun Pasar Senen akan kembali normal saat penumpang mencapai 6.000 per hari. Dia memperkirakan hal itu akan terjadi pada H+10 Lebaran. "Sampai hari ini, rata-rata masih di atas 8.000 penumpang," ujar Mateta.

    Hingga Ahad siang pukul 12.30, ada sebanyak 7.765 penumpang yang turun di Stasiun Pasar Senen. Jumlah kereta api yang tiba sudah mencapai 19 kereta reguler dan 8 kereta tambahan.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.