Bintaro, Pejaten, dan Kebayoran Baru Jadi Target Operasi Yustisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan penumpang Kereta Api Senja Malang jurusan Malang-Jakarta tiba di Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (3/9). Menurut prediksi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), arus balik lebaran di Stasiun ini terjadi pada hari ini dan Minggu (4/9) besok. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Ribuan penumpang Kereta Api Senja Malang jurusan Malang-Jakarta tiba di Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (3/9). Menurut prediksi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), arus balik lebaran di Stasiun ini terjadi pada hari ini dan Minggu (4/9) besok. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan akan mengawasi wilayah yang selama ini menjadi kantong penampungan sementara pendatang baru. Menurut Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Selatan, Warisih, wilayah yang menjadi prioritas pelaksanaan operasi yustisi kependudukan (OYK) antara lain Bintaro, Pejaten Timur, dan Kebayoran Baru.

    "Biasanya di daerah itu menjadi wilayah penampungan sementara pendatang baru karena banyak rumah kontrakan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan OYK akan digelar di wilayah lainnya," kata Warisih, Selasa, 6 September 2011.

    Dia mengatakan operasi yustisi akan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Operasi pertama akan digelar pada pertengahan September. "Mungkin sekitar tanggal 20-an," ujar Warisih.

    Dalam operasi yustisi tahun lalu, kata dia, pihaknya dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menjaring sekitar 600 pendatang baru tanpa identitas. Namun untuk tahun ini ia memprediksi pendatang baru yang terjaring operasi yustisi tidak akan sebanyak tahun lalu. "Tahun ini cenderung turun. Saya melihat dari perhitungan total pendatang baru yang datang ke Jakarta yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta," kata dia.

    Secara umum, ujarnya, pihaknya memprediksi pendatang baru yang datang ke Jakarta turun dari sekitar 60 ribu orang pada tahun lalu menjadi hanya 50 ribu pada tahun ini. Alasannya, perekonomian daerah selain Ibu Kota sudah berkembang.

    "Selain itu beberapa antisipasi juga sudah dilakukan. Pemerintah DKI sudah berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah daerah lain untuk mencegah masalah urbanisasi ini," ucap Warisih menambahkan.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.