Banyak yang Rusak, Armada Transjakarta Koridor I Akan Diganti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Transjakarta. TEMPO/Subekti

    Transjakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta akan mengganti armada bus koridor I (Blok M-Kota) dengan yang baru. Alasannya, armada yang dioperasikan sejak 2004 itu sudah mulai rusak sehingga perlu diganti. Saat ini BLU Transjakarta sedang mengadakan lelang untuk menyediakan 66 unit bus gandeng yang akan dioperasikan di koridor I.

    “Saat ini sebagian armada mengalami kerusakan di bagian interiornya, tetapi hal tersebut bukan masalah signifikan. Jika melihat umur pemakaian kendaraan, masih ada waktu 3 tahun lagi untuk menggunakannya,” kata Kepala BLU Transjakarta, M. Akbar, Kamis, 8 September 2011.

    Menurut Akbar, kerusakan di halte-halte koridor I juga akan mulai diperbaiki pada Desember mendatang. Perbaikan mencakup atap dan lantai jembatan, serta interior halte. Akbar mengatakan halte juga perlu dicat ulang.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, banyak bus dan halte Transjakarta koridor II yang juga mulai rusak, di antaranya lantai bus yang mengelupas, pintu armada yang sering macet, karet pelapis pintu terlepas, pendingin udara rusak, mesin suara otomatis tak berfungsi, bahkan gantungan tangan hanya tinggal sebagian. Armada bus yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ini terkadang mogok di tengah jalan.

    Sedangkan di beberapa halte, pintu juga terkadang macet. Beberapa lantai di jembatan sekrupnya lepas sehingga mengganggu ketika dilewati banyak orang dan atapnya pun ada yang lepas sehingga tidak bisa melindungi calon penumpang dari hujan dan panas.

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, menyatakan ada survei yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna bus Transjakarta hanya 70 persen sehingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta wajib meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya mempercepat peremajaan armada.

    “Halte dan separator yang mangkrak hampir dua tahun lamanya itu kini banyak yang rusak. Padahal, itu dibangun dengan uang rakyat. Ini tentu merugikan kepentingan masyarakat,” kata Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI ini.

    ARYAN KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.