Pasokan Palyja Baru Normal Pekan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja melakukan pemasangan pipa air bawah tanah di Jakarta (21/7). TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah pekerja melakukan pemasangan pipa air bawah tanah di Jakarta (21/7). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Kualitas pasokan air bersih dari PT Pam Lyonnaise Jaya (PALYJA) baru akan kembali normal pekan depan. Saat ini, air yang sudah mengalir kembali digunakan untuk membersihkan kotoran dalam jaringan pipa dan menghilangkan udara yang mungkin masih terperangkap karena pipa yang sempat kosong.

    “Hingga akhir pekan ini, pembersihan kotoran dalam pipa air masih terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas air baku. Barangkali masih akan ada kotoran atau air masih keruh. Tapi mulai minggu depan, kualitas pasokan air bersih akan kembali normal dan bersih,” kata juru bicara PT Palyja, Meyritha Maryani, Kamis, 8 September 2011.

    Selain mengupayakan peningkatan kualitas pasokan air bersih, Palyja juga kembali terus berupaya menggenjot pasokan air secara kuantitas (jumlah). Sampai saat ini, kata Meyritha, kuantitas pasokan air bersih yang dialirkan untuk pelanggan Palyja di daerah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, sebagian Jakarta Pusat dan Utara hampir mendekati pasokan normal seperti sebelum jebolnya tanggul di Kalimalang, Jakarta Timur.

    “Normalnya, pasokan air baku sekitar 6.000 liter per detik. Sekarang sudah mencapai 5.400 liter per detik. Hampir kembali normal,” kata Meyritha sambil mempersilahkan pelanggan yang masih memiliki gangguan pasokan air untuk menghubungi pusat layanan Palyja di nomor (021) 2997-9999.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Pintu Air Buaran, Kalimalang, Jakarta Timur yang berperan memasok air ke kolam-kolam di tempat pengolahan air Pejompongan yang diopersikan Palyja, jebol Rabu malam pekan lalu. Akibatnya, pelayanan air bagi sekitar 250 ribu pelanggan Palyja terganggu. Sampai saat ini, pembuatan tanggul sementara sebagai pengganti pintu air yang amblas masih terus dilakukan.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.