Korban Kebakaran Diizinkan Bangun Rumah di Tambora

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api ketika terjadi kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta, Kamis (1/9).(ANTARA/Sigid Kurniawan)

    Seorang petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api ketika terjadi kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta, Kamis (1/9).(ANTARA/Sigid Kurniawan)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Permukiman padat penduduk merupakan satu lokasi yang kerap didatangi si jago merah. Kondisinya yang kian sesak pun membuat lidah api cepat merambat ke rumah penduduk lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun permukiman dengan model hunian vertikal, seperti rumah susun bersubsidi.

    Satu lokasi yang akan dibangun hunian vertikal adalah wilayah Tambora, Jakarta Barat. Namun sebelum rencana itu terealisasi, Wali Kota Jakarta Barat Burhanudin memberikan izin kepada ratusan kepala keluarga korban kebakaran di RW 10 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, untuk kembali.

    "Kami melihat masalah ini dalam kondisi kemanusiaan. Keberadaan mereka masih dapat diakui dan tidak masalah membangun kembali rumahnya di Angke," ujar Burhanudin, di lokasi pengungsian korban kebakaran Angke, Kamis, 15 September 2011.

    Alasan Burhanudin memberi izin pembangunan kembali rumah penduduk di atas puing-puing kebakaran, karena dia melihat warga di Kelurahan Angke masih dalam kondisi berduka akibat kehilangan tempat tinggal. Pembangunan rumah itu, lanjut dia, hanya bersifat sementara. Sebab ke depan, Pemerintah Provinsi DKI akan membangun rumah susun di lokasi itu.

    "Tapi itu rencana jangka panjang. Belum dapat dapat diterapkan, karena membutuhkan kajian yang mendalam," ujar dia.

    Di tempat berbeda, Camat Tambora Isnawa Adji, menyatakan telah memberi dukungan ke warganya untuk membangun tempat tinggal lagi. "Kalau dilarang membangun rumah, mereka akan tinggal di mana lagi." Namun dia meminta agar pembangunan itu dilakukan dengan penyertaan standar instalasi listrik. Alasannya, mayoritas kasus kebakaran di Tambora berawal dari arus pendek.

    "Kami minta warga bangun rumah dengan instalasi listrik yang aman agar kebakaran seperti ini tidak terulang lagi," kata Isnawa.

    Untuk memastikan warganya memasang instalasi listrik yang aman, Isnawa berencana merazia ke rumah-rumah penduduk. Penertiban tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk menekan kasus kebakaran yang disebabkan arus pendek listrik.

    CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.