Tekan Angka Kriminalitas, Polres Kabupaten Tangerang Gelar Operasi Selektif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO Interaktif, Tangerang - Untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Tangerang, Kepolisian Resor Tangerang Kabupaten menggelar Operasi Selektif. Operasi ini digelar maraton di 20 lokasi Kepolisian Sektor yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.

    Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Shabara) Polresta Tangerang Kabupaten Komisaris Kustanto mengatakan operasi ini difokuskan guna menekan beragam tindak kejahatan yang belakangan marak. "Target kami adalah menekan beragam kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), senjata tajam (sajam), senjata api (senpi) dan bahan peledak (handak)," ujar Kustanto, Sabtu 17 September 2011.

    Menurut Kustanto, operasi digelar dengan metode rayonisasi bekerja sama dengan seluruh Polsek se-Kabupaten Tangerang. "Setiap operasi yang kami gelar melibatkan tiga polsek dengan kekuatan 75 anggota,” ujarnya. Langkah ini dilakukan untuk mengimbangi keterbatasan jumlah polisi dibanding luasnya wilayah Kabupaten Tangerang.

    Wilayah Kabupaten Tangerang masuk dalam daerah paling rawan tindakan kriminalitas. Daerah ini juga tercatat sebagai wilayah dengan kriminalitas tertinggi di wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jaya. Dari total 1.758 kasus pada Agustus 2011, sejumlah 386 di antaranya terjadi di Kabupaten Tangerang. "Kasus paling banyak terjadi adalah pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan narkotik," kata juru bicara Polda Komisaris Besar Baharudin Djafar, pekan lalu.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Wahyu Widada mengakui tingginya angka kriminalitas di Kabupaten Tangerang lantaran banyak faktor. Khusus untuk kasus pencurian, sering terjadi di permukiman warga yang tingkat pengamanannya relatif longgar. "Rumah tidak ada terali, kunci rumah tidak kuat, dan penjaga keamanannya tidak ketat," katanya.

    Dinamika masyarakat yang cenderung meningkat juga dianggap sebagai faktor penentu tingkat kerawanan. Kecenderungan itu membuat pelaku kejahatan mudah membaur dengan masyarakat. Ditambah lagi infrastruktur yang tidak mendukung, seperti kurangnya sarana penerangan jalan.

    Khusus untuk kasus pencurian kendaraan bermotor, kata Wahyu, titik-titik rawannya berada di wilayah Serpong, Pondok Aren, Cikupa, Pasar Kemis, dan Curug. "Pencurinya selalu berpindah-pindah, kami kejar ke Serpong, pencurinya pindah ke Curug, begitu polanya," kata Wahyu.

    Wahyu juga menilai masih banyak masyarakat yang belum sadar hukum. Faktor ini membuat mereka bersedia membeli barang-barang hasil curian karena harganya lebih murah. "Ini yang membuat pencurian semakin meningkat karena pembelinya masih ada," kata Wahyu.

    JONIANSYAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.