Ban Pecah, Batavia Air Urung Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. TEMPO/ Fransiskus S.

    Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. TEMPO/ Fransiskus S.

    TEMPO Interaktif, Tangerang - Pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan Y6-711 tujuan Jakarta–Kupang batal terbang setelah ban kiri belakang pecah saat lepas landas di runway Selatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin, 19 September 2011.

    “Saat akan terbang ban sebelah kiri pesawat kempes atau pecah,” ujar Airport Services Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta, Jaya Tahoma Sirait, kepada Tempo, Senin, 19 September 2011.

    Meski tidak ada korban dalam insiden itu, tak urung 166 penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut menjadi panik.

    Peristiwa berawal ketika pesawat Batavia yang dijadwalkan berangkat pukul 06.15 WIB sudah melakukan persiapan untuk terbang menuju Kupang. Namun saat take off mendadak dua ban belakang kiri pecah. Akhirnya pesawat yang dikemudikan oleh Kapten Abdul Rauf itu batal terbang.

    Pesawat yang pecah ban itu, kata Jaya, langsung ditarik ke hanggar untuk perbaikan. Sementara ratusan penumpang terpaksa dikembalikan ke terminal.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.