Ini Kronologi Tawuran Siswa SMA 6 dengan Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SMAN 6 bergerak maju menyerang sejumlah wartawan yang sedang menggelar aksi di depan SMA 6, Jakarta (19/9). Selain memakan korban jiwa, beberapa sepeda motor di sekitar lokasi juga dirusak. TEMPO/Subekti

    Sejumlah siswa SMAN 6 bergerak maju menyerang sejumlah wartawan yang sedang menggelar aksi di depan SMA 6, Jakarta (19/9). Selain memakan korban jiwa, beberapa sepeda motor di sekitar lokasi juga dirusak. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ratusan siswa SMA 6 terlibat tawuran dengan puluhan wartawan berbagai media, Senin, 19 September 2011, siang tadi. Tawuran tersebut terjadi di depan sekolah SMA 6, tepatnya di Jalan Mahakam, lintasan antara Plaza Blok-M dengan SMA 6.

    Diduga tawuran tersebut terjadi terkait dengan aksi pengeroyokan wartawan Trans 7 yang terjadi Jumat lalu. Pengeroyokan tersebut rupanya terjadi kembali pada Senin pagi tadi ketika sejumlah wartawan beraksi solidaritas.

    Insiden pengeroyokan tersebut rupanya memancing wartawan untuk menyambangi SMA 6. Senin siang, puluhan wartawan duduk-duduk di pinggir Jalan Mahakam untuk meliput. Ada juga wartawan yang ke sana untuk melakukan aksi solidaritas bagi rekannya yang menjadi korban pengeroyokan.

    Pertemuan kedua massa tersebut tak berujung baik. Apalagi waktunya bertepatan dengan jam pulang anak sekolah. Emosi mulai tersulut ketika sekelompok wartawan yang tengah duduk merasa melihat pelaku pengeroyokan rekannya melintas di depan mereka.

    Murid tersebut, yang tengah melintas bersama sekelompok rekannya terlibat baku hantam dengan sekelompok wartawan. Pantauan Tempo, salah seorang murid SMA 6 terkena hantaman hingga darah mengocor dari mulut dan hidungnya. Saling dorong dan saling sorak pun terjadi antara kedua kelompok tersebut. Puluhan polisi yang berada di lokasi tak kuat melerai keributan yang terjadi. Keributan tersebut terjadi tepat di depan gerbang keluar sekolah.

    Pada saat yang bersamaan ratusan siswa kemudian berjalan dari arah Bulungan menuju lokasi berkumpulnya wartawan. Keributan pun berpindah dari depan gerbang ke tengah Jalan Mahakam. Skalanya jauh lebih besar dari keributan semula.

    Ratusan siswa dan wartawan bentrok saling dorong di tengah jalan. Polisi bahkan sempat mengeluarkan tembakan peringatan tiga kali. Lantaran jumlah polisi tak seberapa, kehadiran mereka jadi tak terasa pengaruhnya.

    Keributan semakin panas dan suasana semakin tidak kondusif. Beberapa kali terlihat ada helm, botol, dan batu yang dilempar ke udara, mengincar massa. Lantaran kalah jumlah, kerumunan wartawan yang terjepit berhamburan lari menyelamatkan diri ke arah Markas Besar Polri. Siswa SMA terus mengejar sambil melempar barang yang didapat sekenanya dari pinggir jalan.

    Salah satu korban tawuran adalah Banar Fil Ardhi, wartawan foto dari kompas.com. Banar mengaku terjatuh ketika hendak berlari dari kejaran anak SMA. Ketika itu pula ia dihajar oleh massa.

    "Saya tengkurap ketika dihajar," kata Banar. Banar terluka di bagian jidat dan pelupuk matanya memar membiru.

    Puluhan mobil media juga jadi sasaran amuk massa. Mobil Avanza Trans 7 yang ditumpangi Tempo untuk melarikan diri kaca depannya pecah dilempar batu.

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto mengatakan bahwa aparat akan menindak siapa pun yang bersalah dalam insiden tawuran tersebut. Ia berjanji kepolisian akan bertindak profesional dan proporsional dalam menangani kasus ini. "Siapa pun yang bersalah akan kami tindak," ujarnya.

    ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.