DKI Siapkan Rp 5 Miliar untuk Antisipasi Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara sepeda motor menuntun sepeda motornya yang mati saat menerobos genangan air di underpass Casablanca, Jakarta (20/8). Banjir ini disebabkan jebolnya pipa bawah saluran air bersih milik Palyja di dalam tanah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Seorang pengendara sepeda motor menuntun sepeda motornya yang mati saat menerobos genangan air di underpass Casablanca, Jakarta (20/8). Banjir ini disebabkan jebolnya pipa bawah saluran air bersih milik Palyja di dalam tanah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota. “Dana itu dibagi untuk biaya operasional penanganan banjir serta untuk peralatan dan bahan antisipasi banjir,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Jakarta Pusat.

    Anggaran itu berasal dari anggaran cadangan Dinas Pekerjaan Umum. Biaya operasional penanganan banjir dialokasikan sebesar Rp 3 miliar, sedangkan pengadaan kesiapan peralatan dan bahan-bahan untuk mengantisipasi banjir sebesar Rp 2 miliar. “Peralatan dan bahan tersebut kita lelang secara terbuka," katanya.

    Menurut Tarjuki, pihaknya telah siap menghadapi banjir. “Kita siap menangani banjir di Jakarta bila kejadian banjir seperti tahun 2007 terjadi lagi,” katanya. Tarjuki menjelaskan wilayah Timur bagian Utara aman dari banjir tahun ini, “Karena banjir kanal timur sudah berfungsi,” katanya. Namun Tarjuki menjelaskan hulu Kali Sunter, Kali Cipinang, dan Cakung masih terdapat genangan yang masih serius.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta Dinas Pekerjaan Umum mensosialisasikan bahaya genangan pada warga. “Curah hujan sedikit pun, banyak menimbulkan genangan di sepanjang Sungai Grogol mulai dari batas kota, Lebak Bulus, Terogong, sampai Pesanggrahan,” katanya. Selain itu, kata dia, Kali Pesanggrahan, Kawasan Pasar Minggu, Kali Mampang, dan Kali Angke juga rawan genangan.

    Fauzi mengajak wali kota di lima wilayah untuk membersihkan kali dan saluran air. “Minggu-minggu ini kita ajak masyarakat membersihkan saluran ini,” katanya. Dia juga menegaskan adanya penambahan bangunan liar di bantaran kali dan adanya penyempitan kali di berbagai tempat. "Saya bicara karena sering keliling, kalau perlu saya tunjukkan di mana," katanya.

    Dia juga menginginkan basis kebersihan sungai tetap komunitas. "Yang buang sampah orang wilayah sana, yang bersihkan orang dinas, kapan dia sadar," katanya. Fauzi juga meminta wali kota mensosialisasikan bantuan World Bank dalam membersihkan Kali Banjir Barat. “Jangan cuma Kali Banjir Barat saja, tetapi semua saluran dan kali yang mengarah ke sana juga harus dibersihkan,” katanya.

    AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.